in

Takut Gemuk Bun, Karena KB? Coba Alat Kontrasepsi Pria

Tak jarang kita dengar para ibu mengeluhkan pertambahan berat badan yang signifikan pasca menggunakan alat kontrasepsi. Sekarang saatnya berbagi tanggung jawab kontrasepsi antar pria dan wanita.

Kontrasepsi menjadi pilihan untuk mengatur jumlah kelahiran dalam keluarga. Tak jarang kita dengar para ibu mengeluhkan pertambahan berat badan yang signifikan pasca menggunakan alat kontrasepsi. Sekarang saatnya berbagi tanggung jawab kontrasepsi antar pria dan wanita. Ya, giliran suami yang menggunakan kontrasepsi. Memang terdengar masih tabu untuk pria menggunakan KB, namun hal itu sangat mungkin dilakukan. Untuk itu jika Anda takut gemuk karena KB, sekarang giliran suami berperan pakai kontrasepsi.

Kontrasepsi untuk pria

Kehamilan dapat terjadi saat sel sperma berhasil membuahi sel telur pada saat masa subur wanita. Alat kontrasepsi menjadi pilihan yang tepat untuk mencegah terjadinya pembuahan. Selama ini beban keluarga berencana (KB) selalu diletakkan di pundak perempuan. Pria jarang sekali mau turut andil dalam masalah ini. Alasannya beragam, mulai dari khawatir dampak dari kontrasepsi, rasa tidak nyaman, hingga alasan patriarkal. 

Pada wanita berlaku kontrasepsi hormonal yang umum dipilih seperti pil KB atau KB suntik. Namun, pada pria kontrasepsi hormonal belum umum digunakan. Kontrasepsi hormonal pada pria beresiko menimbulkan efek sampng seperti perubahan suasana hati, depresi, jerawat, nyeri otot, pertambahan berat badan, serta peningkatan libido. Untuk itu jenis kontrasepsi non-hormonal yang umum digunakan oleh pria seperti kondom, ejakulasi di luar, dan vasektomi. 

Alat kontrasepsi untuk pria

Umumnya banyak dari kita menganggap kondom merupakan satu-satunya kontrasepsi untuk pria yang terbilang ampuh dan mudah. Namun ternyata terdapat banyak pilihan kontrasepsi untuk pria lainnya. Berikut penjelasan seputar jenis-jenis alat kontrasepsi untuk pria.

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\laikie feed (11).png

A. Kondom

Kondom menjadi pilihan alat kontrasepsi bagi pria yang paling mudah untuk didapatkan dan digunakan. Kondom berbentuk selubung tipis yang elastis yang terbuat dari lateks, kulit domba, atau polyurethane. Kondom tersedia dalam beragam bentuk, ukuran, warna, dan tekstur. Selain itu, harga kondom juga murah dan minim efek samping. 

Kelebihan. Kondom memiliki sejumlah kelebihan diantaranya penggunaannya yang cukup sederhana, harga yang relatif terjangkau, serta mudah didapatkan di pasaran. Kondom memiliki efektivitas mencegah kehamilan mencapai 98% jika digunakan dengan benar. Kondom juga mampu menghindarkan pasangan dari penularan penyakit kelamin.

Kekurangan. Efektivitas kondom sangat ditentukan oleh cara pemakaian yang tepat dan pemilihan ukuran yang sesuai. Ukuran yang terlalu besar beresiko longgar dan terlepas, sedangkan jika terlalu sempit beresiko mudah sobek. 

B. Ejakulasi di luar

Ejakulasi di luar atau lebih dikenal dengan istilah senggama terputus (coitus interreptus) merupakan bentuk kontrasepsi pria yang tertua di dunia dan masih menjadi andalan hingga saat ini. Metode ini dilakukan dengan cara pria menarik segera penisnya keluar dari dalam vagina ketika akan merasakan ejakulasi atau sebelum mencapainya. Ejakulasi akan dilakukan terpisah, sehingga  tidak akan ada sperma yang masuk dalam vagina. Yang perlu diperhatikan adalah harus sangat berhati-hati agar sperma tidak menetes atau tumpah ke dalam vagina.

Kelebihan. Metode ini sangat praktis dan mudah diterapkan, serta tidak memerlukan biaya sama sekali dan juga tidak mengurangi kepuasan dalam berhubungan. Ejakulasi di luar akan efektif bila antar pasangan telah memiliki komitmen yang kuat.

Kekurangan. Ejakulasi merupakan refleks spontan dan sangat jarang sekali pria yang benar-benar bisa memastikan kapan ia akan orgasme dan ejakulasi. Untuk itu, saat memutuskan menggunakan metode ini untuk menunda kehamilan diperlukan kemahiran mengendalikan diri yang kuat. Sebab, sebagian besar pasangan yang memilih cara ini mengalami kegagalan di tahun pertama setelah kelahiran anak pertama mereka. 

C. Vasektomi

Vasektomi merupakan salah satu kontrasepsi permanen yang dilakukan melalui prosedur pembedahan untuk mengikat saluran sperma pada organ empedu pria. Tujuannya adalah untuk mencegah pelepasan sperma pada saat ejakulasi. Pria yang telah menjalani vasektomi, tidak ada lagi sperma dalam air maninya. Sehingga meskipun mengalami ejakulasi, sel telur tidak akan terbuahi. 

Kelebihan. Vasektomi menjadi pilihan yang ampuh bagi pasangan yang tidak ingin menambah momongan lagi, efektivitas metode ini dapat mencapai 99%. Pria yang telah menjalani vasektomi tidak akan mengalami penurunan kadar testosteron, tidak menurunkan gairah seks, kemampuan untuk ereksi, orgasme, maupun ejakulasi.

Kekurangan. Karena vasektomi mengharuskan tindakan operasi maka bisa jadi muncul beberapa komplikasi dan efek samping umum seperti pendarahan, infeksi, dan rasa tidak nyaman. Setelah menjalani vasektomi, Anda harus menunggu selama 3 bulan untuk menghindari kemungkinan adanya sisa sperma yang mengapung yang dapat menyebabkan kehamilan. Jadi Anda masih perlu menggunakan kontrasepsi lain di awal vasektomi. Vasektomi juga tidak dapat melindungi Anda dari penyakit seks menular.

D. Suntik hormon

Suntik hormon untuk pria termasuk kontrasepsi modern, biasanya suntik KB ini berisi hormon testosteron sintetis dan progestin yang disuntikkan setiap 8 minggu sekali. Tujuan suntik hormon ini untuk menurunkan kadar testosteron alami dalam tubuh pria sehingga menekan proses pematangan sperma-sperma muda. 

Kelebihan. Suntik hormon cukup aman dan efektif untuk digunakan karena bersifat sementara atau kondisi tubuh pria dapat kembali seperti semula. Metode suntik hormon dapat menjadi pilihan bagi pasangan dimana pihak perempuan tidak bisa melakukan kontrasepsi karena alasan kesehatan tertentu.

Kekurangan. Suntik hormon bagi pria masih tergolong jarang digunakan sehingga memerlukan biaya yang cukup mahal. Penerapan metode ini juga harus tepat waktu agar efektivitasnya tetap terjaga. Secara efek samping, suntik hormon akan mempengaruhi perubahan suasana hati, menyebabkan depresi, jerawat, nyeri otot, pertambahan berat badan, serta peningkatan libido pada pria. Metode suntik hormon juga tidak dapat melindungi pasangan dari penularan penyakit seksual.

Dilansir dari id.theasianparent.com akan ada produk KB untuk pria yang akan dilepas ke pasaran tahun 2018-2020. Produk tersebut adalah Vasalgel, berupa KB non-hormonal yang dimiliki oleh organisasi penelitian medis, Parsemus Foundation. Cara penggunaan Vasalgel cukup mudah, yakni dengan satu suntikan akan berkhasiat selama bertahun-tahun. Vasalgel pada dasarnya merupakan sebuah polimer yang disuntikkan ke tabung sperma laki-laki melalui skrotum bukan penis atau testis.

Cara kerja vasalgel, KB untuk pria. Sumber: Priceeconomics.
Cara kerja vasalgel, KB untuk pria. Sumber: Priceeconomics.

Polimer Vasalgel bekerja dengan menghalangi sperma, dan kondisi pria dapat dikembalikan seperti semula dengan memberikan suntikan kedua untuk melarutkan polimer. Jadi Vasalgel ini dapat dikatakan sebagai kontrasepsi sementara. Kelebihan dari Vasalgel ini adalah walaupun ia memblok sperma, cairan lain dapat tetap lewat. Sehingga tidak akan ada rasa nyeri karena tekanan, sedangkan sperma yang tidak bisa lewat akan terserap kembali oleh tubuh. 

Akankah produk KB Vasalgel ini akan benar-benar keluar di pasaran? Kita nantikan saja, sambil Anda mencoba alat kontrasepsi lainnya. 

Memilih KB yang tepat untuk pria

Masing-masing alat kontrasepsi untuk pria memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah kesepakatan dan komitmen antar pasangan. Setelah memutuskan pihak pria sebagai pengguna alat KB, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter mengenai pilihan alat kontrasepsi yang cocok dan efektif sesuai kondisi kesehatan.

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\96d41562-cb52-459e-9407-f46c519845b9.jpeg

Sudahkan Anda Melewati Masa Kritis Pernikahan?

Takut Kebobolan? Ini Cara Mengatur Jarak Kehamilan