in

Pentingnya Nutrisi Yang Tepat Sejak Masa Kehamilan

Terhitung saat bayi dalam kandungan hingga ia usia dua tahun perlu mendapatkan asupan nutrisi yang tepat. Masa ini merupakan periode emas untuk tumbuh kembang si kecil.

Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal ditunjang melalui pemberian nutrisi yang tepat sejak masa kehamilan. Nutrisi ibu selama hamil menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap perkembangan janin dan berdampak pada kesehatannya di masa mendatang. Untuk itu, sejak masa perencanaan kehamilan ibu perlu mengetahui pentingnya nutrisi yang tepat sejak masa kehamilan.

Pemberian nutrisi pada 1000 hari pertama

Pada 1000 hari pertama kehidupannya, terhitung saat bayi dalam kandungan hingga ia usia dua tahun perlu mendapatkan asupan nutrisi yang tepat. Masa ini merupakan periode emas untuk tumbuh kembang si kecil. Asupan nutrisi pada masa ini akan menjadi bekal untuk tumbuh kembang si kecil kelak.

Saat dalam kandungan janin akan memperoleh asupan nutrisi secara pasif dari ibu melalui plasenta dan tali pusat. Setelah bayi lahir, segera dianjurkan untuk mendapat asupan nutrisi dari ASI. Selama 6 bulan pertama kehidupan sangat dianjurkan untuk pemberian ASI eksklusif. Kemudian dilanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia 24 bulan.

Nutrisi dari ASI setelah 6 bulan pertama hingga usia 24 bulan harus disertai dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian MP-ASI dilakukan secara bertahap baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Barulah setelah anak berusia 2 tahun anak dapat menerima asupan dari makanan sehari-hari keluarga, tentunya dengan gizi yang sesuai.

Konsumsi nutrisi ibu selama kehamilan

Selama masa kehamilan, ibu dianjurkan mengkonsumsi tambahan energi sebesar 300 kalori atau setara dengan dua porsi nasi. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya dilengkapi dengan lauk-pauk hewani maupun nabati sebagai sumber protein dan lemak, serta sayuran. Untuk konsumsi sayuran lebih diutamakan sayuran berdaun hijau karena kaya akan vitamin B, asam volat, zat besi, serta kalsium.

Tidak ketinggalan untuk konsumsi buah-buahan, utamanya buah berwarna kuning, oranye, dan merah sebagai sumber vitamin A dan C. Sebagai tambahan, konsumsi susu atau produk susu dan kacang-kacangan sebagai sumber kalsium. Asupan nutrisi tersebut diharapkan mampu memberikan kenaikan berat badan ibu hamil. Kenaikan berat badan sebagai indikator bahwa janin tumbuh dan berkembang.

Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan disarankan pada kisaran 5-18 kg, atau tergantung pada berat badan ibu sesuai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum kehamilan. Kenaikan berat badan sebaiknya sesuai dengan standar, tidak kekurangan maupun berlebihan. Kenaikan berat yang kurang akan beresiko pada bayi lahir dengan berat badan yang rendah (BBLR). Sedangkan kenaikan berat badan yang berlebih berkaitan dengan masalah diabetes masa kehamilan, hipertensi, preeklampsia, dan kesulitan persalinan.

Bagaimana jika asupan nutrisi selama kehamilan kurang?

Kekurangan gizi pada ibu hamil memiliki dampak besar bagi kesehatan janin dan anak di masa depan. Ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi berpotensi melahirkan anak dengan BBLR. Dimana menurut hasil penelitian, kondisi ini dapat meningkatkan resiko kesehatan seperti diabetes melitus tipe-2, sindrom metabolik (kegemukan, tekanan darah tinggi, tingginya kadar gula dan lemak darah), penyakit paru kronis, osteoporosis, hingga gangguan mental.

Mengingat resiko tersebut, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi asupan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat agar tidak beresiko melahirkan BBLR. Maka dari itu asupan nutrisi selama masa kehamilan menjadi bekal untuk tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Dampak nutrisi yang tidak seimbang

Nutrisi merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan manusia. Apabila terjadi ketidakseimbangan nutrisi maka akan terjadi salah gizi (malnutrisi). Malnutrisi dapat berupa gizi kurang atau gizi lebih, yang keduanya sama-sama memberikan dampak pada kesehatan.

Nutrisi sangat berpengaruh pada pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, performa sekolah, produktivitas kerja, dan tanpa disadari berdampak pada seluruh aspek perkembangan individu dan sosial. Hal ini berarti perkembangan anak sangat bergantung pada nutrisi yang diperolehnya.

Nutrisi mempengaruhi perkembangan dengan cara mengubah faktor epigenetik pada seseorang. Epigenetik merupakan hasil dari perubahan ekspresi gen jangka panjang sejak awal kehidupan terhadap kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Perubahan ekspresi gen ini secara potensial mengarah pada penyakit di usia selanjutnya. Ketika pola epigenetik terbentuk, resiko terjadinya berbagai penyakit dapat meningkat.

Bagaimana mendapatkan nutrisi yang tepat?

Nutrisi yang tepat dapat diperoleh dari pangan fungsional. Menurut American Dietic Association (ADA), pangan fungsional adalah makanan yang selain memiliki kandungan gizi, juga memberikan manfaat tambahan terhadap kesehatan. Manfaat tambahan dari pangan fungsional yaitu dapat membantu mencegah resiko penyakit dan/atau mendukung kesehatan tubuh secara optimal. Secara konsep pangan fungsional, yaitu :

  • Merupakan bahan pangan secara utuh maupun bahan pangan difortifikasi, diperkaya atau diproses lebih lanjut
  • Pangan fungsional harus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari dengan jumlah efektif agar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan
  • Semua bahan adalah fungsional pada tingkat fisiologis tertentu.

Makanan yang tergolong dalam pangan fungsional seperti buah dan sayur, gandum utuh serta serat yang terkandung dalam roti, kalsium dalam susu, makanan dan minuman yang kaya vitamin D, serta sumplemen makanan. Untuk memperoleh asupan nutrisi yang lengkap dengan jumlah seimbang sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi berbagai jenis bahan makanan, sehingga akan melengkapi kandungan nutrisi satu sama lain.

Proses pemberian makan pada bayi dan anak tidak boleh dipaksakan, namun harus mengikuti perkembangan saluran pencernaan dan kemampuan bayi/anak dengan jumlah asupan disesuaikan dengan fase pertumbuhan.

Nutrisi penting untuk perkembangan jaringan tubuh

Setiap anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berjalan bersama-sama dan saling terkait. Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya tinggi (TB) dan berat badan (BB). Sedangkan perkembangan merupakan proses perubahan atau maturitas fungsi organ tubuh sehingga mencapai fungsi optimal saat dewasa.

Tumbuh kembang anak dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah faktor nutrisi. Sehingga pada setiap anak dibutuhkan nutrisi yang lengkap dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap diperlukan asupan makanan yang seimbang.

Asupan energi dari karbohidrat, lemak, dan protein sangat dibutuhkan agar BB anak bertambah sesuai dengan kurva pertumbuhan normal. Beberapa zat gizi seperti vitamin B1, B2, B6, A, C, D, dan lainnya akan membantu metabolisme energi dalam tubuh, mencegah terjadinya infeksi dan gangguan saluran cerna, serta untuk proses penulangan.

Nutrisi sangat berkaitan erat dengan saluran cerna. Apabila terjadi gangguan pada fungsi saluran cerna, akan berdampak pada terganggunya proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang pada akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ciri-ciri anak bergizi baik

Menurut dokter Saptawati pakar di bidang gizi medis, tanda-tanda anak bergizi baik antara lain :

  • Anak bertambah umur, akan bertambah berat dan tingginya.
  • Anak memiliki postur tubuh tegap dan berotot padat.
  • Anak memiliki rambut yang berkilau dan kuat (tidak mudah tercabut)
  • Anak memiliki kulit dan kuku yang bersih dan tidak pucat.
  • Anak selalu berwajah ceria, matanya bening dan warna bibirnya merah muda.
  • Anak memiliki selera makan yang baik dan terbiasa buang air besar secara teratur.
  • Anak selalu aktif bergerak dan berbicara lancar sesuai usianya.
  • Anak penuh perhatian dan memberi reaksi aktif saat berkomunikasi.
  • Anak selalu nyenyak tidurnya.

Untuk dapat mengidentifikasi masalah gizi pada anak dan penanganannya haruslah dilakukan oleh petugas kesehatan dengan prosedur tertentu.

Sumber :
Peran Nutrisi dalam Tubuh Kembang dan Kesehatan Saluran Cerna oleh Saptawati Bardosono

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Comments

Periode Emas, 1000 Hari Pertama Kehidupan

Pentingnya Gizi Seimbang dan Makanan Sehat Untuk Anak