in

Pentingnya Gizi Seimbang dan Makanan Sehat Untuk Anak

Zat gizi dari makanan merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak. Anak dengan kebutuhan gizi yang terpenuhi akan sehat secara fisik, mental, dan sehat sosial.

Anak merupakan anugerah bagi orangtuanya, memastikan anak mengalami tumbuh kembang yang optimal sudah menjadi tugas orangtua. Tumbuh kembang anak sangat ditunjang oleh asupan makanan yang ia konsumsi. Anak memerlukan asupan gizi seimbang dan makanan sehat agar tetap sehat dan berkembang dengan optimal. Untuk itu setiap orangtua harus memiliki kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan makanan sehat untuk anak.

Mengapa anak perlu gizi?

Zat gizi dari makanan merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak. Anak dengan kebutuhan gizi yang terpenuhi akan sehat secara fisik, mental, dan sehat sosial. Untuk itu, sebelum anak mengalami masalah gizi, ada baiknya orangtua memperhatikan betul setiap asupan makanan yang dikonsumsi anak.

Anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Asupan gizi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi yang mana nantinya berguna untuk pertumbuhan otak dan pertumbuhan fisik. Status gizi dan kesehatan anak dapat ditinjau dari penampilan umum (berat badan dan tinggi badan), tanda-tanda fisik, motorik, fungsional, emosi, dan kognisi anak.

Berikut 10 kriteria anak sehat bergizi baik :

  1. Bertambah umur, bertambah padat, bertambah tinggi. Anak yang mendapat asupan gizi yang baik akan mempunyai tulang dan otot yang kuat, sehingga massa tubuh pun akan terus naik dan bertambah tinggi.
  2. Memiliki postur tubuh tegap dan otot padat. Anak dengan asupan protein dan kalsium yang cukup akan memiliki massa otot yang padat dan tubuh yang tegap.
  3. Memiliki rambut berkilau dan kuat. Rambut anak yang sehat berkilau dan kuat merupakan indikasi bahwa ia mendapatkan cukup asupan protein dari daging, ayam, ikan, atau kacang-kacangan.
  4. Memiliki kulit dan kuku yang bersih, tidak pucat. Kulit dan kuku yang bersih pada anak menandakan asupan vitamin A, C, E dan mineralnya terpenuhi.
  5. Memiliki wajah ceria, mata bening, dan bibir segar. Kecukupan asupan vitamin A dan C pada anak dapat membuat matanya nampak sehat dan bening. Sedangkan bibirnya yang segar menunjukkan kecukupan vitamin B, C, dan E.
  6. Memiliki gigi bersih dan gusi merah muda. Anak memerlukan asupan kalsium dan vitamin B untuk membuat gigi dan gusinya sehat sehingga dapat mencerna makanan dengan baik.
  7. Nafsu makan baik dan buang air besar teratur. Nafsu makan yang baik dilihat dari intensitas anak makan, idealnya 3 kali sehari. Buang air besar pun harus setiap hari agar sisa makanan tidak menjadi racun.
  8. Anak bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai usianya. Anak yang suka aktif bergerak dna bertanya merupakan tanda bahwa tubuhnya dalam kondisi sehat karena mendapat asupan gizi yang sesuai.
  9. Penuh perhatian dan bereaksi aktif. Fokus pada suatu hal adalah hal yang sulit dilakukan anak. Jika ia sudah mampu menyelesaikan sesuatu, berarti perhatian dan kemampuan fokusnya mulai terlatih.
  10. Dapat tidur nyenyak. Waktu tidur yang cukup sangat diperlukan untuk perkembangan tubuh. Paling tidak anak memerlukan waktu tidur minimal 8 jam sehari.

10 kriteria tersebut merupakan tanda bahwa anak memiliki asupan gizi yang baik. Maka dari itu, memberikan asupan gizi yang seimbang sangat penting dilakukan untuk memenuhi kriteria anak sehat.

Prinsip gizi seimbang

Gizi seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asupan makanan dengan gizi seimbang memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.  Berikut merupakan gambar visualisasi tumpeng gizi seimbang (TGS) di Indonesia :

Description: Hasil gambar untuk Pentingnya Gizi Seimbang dan Makanan Sehat Untuk Anak"

Prinsip gizi seimbang harus diterapkan sejak anak usia dini hingga usia lanjut. Pada ibu hamil dan bayi sangat penting diterapkan prinsip gizi seimbang. Karena pada masa kehamilan dan 1000 hari pertama kehidupan bayi merupakan masa kritis tumbuh kembang anak. Asupan gizi yang diterima anak saat bayi akan menjadi bekal kesehatannya di masa mendatang.

Selama masa kehamilan ibu sangat perlu memperhatikan asupan makanan, karena jika ibu mengalami kekurangan gizi akan berdampak pada janin. Janin dapat beresiko kekurangan gizi yang menyebabkan beban ganda masalah gizi, seperti berat badan lahir rendah, lambat berkembang, mudah sakit, kurang cerdas, dan beresiko kegemukan dan terkena penyakit degeneratif saat dewasa.

Makanan sehat untuk anak usia dini

  • Makanan anak usia 6-12 bulan
    a. Usia 6 bulan.
    Pada usia 6 bulan bayi sudah mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian makanan dimulai dengan makanan dalam bentuk lumat dan rendah serah seperti, pisang yang dilumatkan, sari jeruk, pepaya, atau biskuit yang dilumatkan dengan susu/ASI. Makanan diberikan secara bertahap sebanyak 2 sendok sekali makan dan diberikan 2 kali sehari.
    b. Usia 7 bulan. Saat memasuki usia 7 bulan bayi sudah boleh dikenalkan dengan bubur tim saring dengan campuran sayuran dan protein hewani-nabati. Selain itu, bayi juga tetap diberikan menu buah.
    c. Usia 8 bulan. Mulai usia 8 bulan bayi sudah dapat diberikan nasi tim cincang dengan tambahan minyak untuk menambah kalori dan meningkatkan penyerapan vitamin A dan zat gizi lain. Pada usia ini bayi perlu mendapatkan rangsangan untuk pertumbuhan gigi melalui makanan.
    d. Usia 9 bulan. Pada usia 9 bulan bayi sudah mulai naik tekstur dengan makanan yang lebih kental dan tambahan makanan selingan 1 kali sehari. Contoh makanan yang dapat diberikan seperti bubur kacang hijau, pudding susu, atau biskuit.
    d. Usia 10 bulan. Tekstur kepadatan makanan mulai ditingkatkan mendekati makanan keluarga mulai dari tim lunak hingga nantinya nasi pada usia 12 bulan.
  • Makanan anak usia 1-5 tahun
    Anak pada usia 1-5 tahun sudah dapat diberikan makanan menu keluarga, mulai dari sarapan, makan siang, makan malam, dan 2 kali selingan. Memasuki usia 1 tahun biasanya anak akan bertambah aktif sehingga aktivitasnya pun akan bertambah. Pada kondisi ini sering sekali pertumbuhan mulai lambat dan muncul masalah susah makan. Berikut beberapa cara untuk mengatasi sulit makan pada anak :
    a. Berikan makanan yang bervariasi dan menarik.
    b. Berikan anak makan sambil ia bermain.
    c. Ajak makan anak bersama seluruh anggota keluarga.
    d. Ajarkan anak untuk makan sendiri dan mengeksplor makanannya.
    e. Buat jadwal makan secara teratur.

Tumbuh kembang anak tergantung dari orangtuanya, pengetahuan orangtua akan gizi seimbang dan makanan yang sehat sangat diperlukan. Terutama bagi ibu, harus lebih selektif dalam memberikan makan untuk anak, dan dituntut lebih kreatif untuk mengenali makanan selera anak.

Pentingnya Nutrisi Yang Tepat Sejak Masa Kehamilan

Ketahui Kebutuhan Gizi Bayi (Usia 0-3 tahun)