in

Pahami Pedoman Pengasuhan Anak Berusia Dekat

Bagi orang tua membesarkan anak dengan jarak usi berdekatan akan menghadirkan ketegangan tersendiri yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, bahkan tidak dirasakan keluarga lain.

Apakah saat ini Anda sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran anak kedua? Memiliki anak berusia berdekatan menjadi pengalaman tersendiri bagi orang tua. Sejumlah manfaat dapat dirasakan orang tua, namun kerepotan sudah pasti tak terhindarkan. Anak-anak dengan usia berdekatan akan memiliki pola perkembangan yang sama, kadang mereka berteman, namun kadang mereka berperang. Orang tua perlu menerapkan pengasuhan yang tepat agar anak mendapat perhatian yang sama. Untuk itu, Anda perlu memahami pedoman pengasuhan anak berusia dekat berikut ini.

Strategi membesarkan anak berusia dekat

Bagi orang tua membesarkan anak dengan jarak usia berdekatan akan menghadirkan ketegangan tersendiri yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, bahkan tidak dirasakan keluarga lain. Hal ini tentu saja karena sifat alamiah anak. Kadang anak akan menjadi sangat akur, kadang pula mereka saling bermusuhan.

Terlebih jika mereka hanya terpaut usia satu tahun, kecepatan perkembangan kognitif dan motorik mereka tidak jauh berbeda. Kondisi inilah yang mengharuskan orang tua secara bijak menyikapinya. Strageti pertama yang harus diterapkan ialah orang tua harus bijak dalam pembelian barang. Bila barang-barang saling berkaitan cukup membeli satu kali saja.

Strategi kedua, orang tua perlu mendalami masing-masing psikologis anak. Hal ini bertujuan untuk mengatur pola pengasuhan pada mereka, sehingga tersalurkan energi positif dalam perkembangannya. Selain itu, dengan mengetahui karakter masing-masing anak, dapat menjadi bahan pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan.

Pedoman pengasuhan anak berusia dekat

Biasanya di mata orang tua kedua anak dengan usia berdekatan tidaklah berbeda, namun faktanya anak merasakan perang batin yang melelahkan. Biasanya, sangat sulit bagi kakak menerima kehadiran sang adik. Dimana biasanya seluruh perhatian hanya untuknya, kini harus terbagi dengan adik. Saat-saat inilah kakak biasanya akan merasa tertekan secara psikologis. Untuk menghindarkan tumbuh kembang yang tidak baik pada kakak maupun adik, orang tua perlu menerapkan pengasuhan yang tepat seperti berikut ini.

a. Bijak dalam berbagi

Kakak dan adik pastinya akan ada moment saling berbagi. Orang tua harus mempunyai pedoman, “ berbagi hal yang sama, NO! Kakak satu, adik satu, Yes!”. Mengapa demikian? Setiap anak yang terlahir memiliki karakteristik berbeda, walaupun perkembangannya tidak jauh berbeda. Orang tua perlu menghargai teritori masing-masing anak dengan menghormati individu anak. Misalnya, jangan memaksakan anak berbagi satu makanan berdua. Cobalah sajikan segala sesuatunya masing-masing satu untuk anak.

b. Biasakan meminta izin dan negosiasi

Anak-anak selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Pada suatu kondisi bisa saja orang tua membelikan mainan yang sama untuk anak atau mainan berbeda sesuai selera anak. Biasanya, adik akan memiliki keinginan memainkan kepunyaan sang kakak, atau sebaliknya. Jika hal ini terjadi, orang tua perlu mengajari keduanya untuk saling meminta izin terlebih dahulu. Jadi, sebelum adik memainkan punya kakaknya, ia wajib bertanya boleh atau tidak, demikian pula sebaliknya. Selain itu, anak akan belajar bernegosiasi kapan boleh memainkannya dan kapan harus mengembalikannya. Kebiasaan minta izin dan negosiasi ini akan mengajarkan anak dalam kemampuan pemecahan masalah.

c. Ambil keputusan secara bijak

Pertengkaran antara kakak dan adik akan menjadi hal biasa. Saat kondisi ini terjadi, orang tua perlu turun tangan untuk melerai dengan cepat. Cobalah sebijak mungkin untuk menghadapinya. Wajibkan anak meminta maaf jika memang ia bersalah. Namun, dalam pertengkaran anak biasanya mereka memiliki sudut pandang yang berbeda. Orang tua wajib memberikan pengawasan dan pengertian yang tepat. Saat dirasa keduanya mulai tenang, cobalah untuk saling berbicara penyebab ketidakakuran mereka. Serta berikan waktu untuk keduanya saling berkomunikasi menyelesaikan masalahnya dengan efektif.

d. Waspada pada tindak kekerasan

Intensitas pertengkaran yang memburuk akan mengarah pada terjadinya tindak kekerasan. Jika kondisi ini berlangsung, orang tua perlu segera turun tangan. Berikan pengertian bahwa kekerasan tidak diperbolehkan dalam situasi apapun. Orang tua juga harus berperan serta membantu anak mengendalikan perasaan dan emosinya agar mereka tidak agresif dan dapat menahan diri.

e. Abaikan aduan anak

Kecemburuan satu sama lain sudah pasti akan terjadi. Biasanya baik kakak atau adik akan saling mengadukan tingkah laku masing-masing dengan harapan orang tua akan marah mendengarnya. Jika hal ini terjadi, orang tua harus konsisten mengabaikannya. Namun jika memang tindakan anak perlu untuk didisiplinkan, lakukanlah di tempat yang tidak terlihat anak lainnya.

f. Jangan membandingkan kedua anak

Dua anak yang berbeda tentu akan memiliki kemampuan dan kecenderungan berbeda. Orang tua harus mampu menunjukkan sikap menghormati untuk perbedaan tersebut. Jangan sampai orang tua membandingkan anak dengan membanggakan satu dibanding lainnya. Hal ini akan menimbulkan rasa cemburu dan kurang percaya diri pada anak lainnya. Jika Anda perlu untuk memberikan pujian, ungkapkan dengan kalimat yang tepat dimana dapat mununjukkan bahwa Anda menghormati karakteristik keduanya.

g. Memberikan respon yang adil

Walaupun keduanya berbeda, jangan sampai orang tua memberikan respon yang salah ya. Orang tua perlu memberi respon dan mengekspresikan perasaan kepada anak secara adil. Tunjukkan bahwa orang tua menyayangi mereka secara adil.

Prinsip dasar pengasuhan anak berusia dekat

Selain beberapa pedoman pengasuhan di atas, orang tua juga perlu untuk menerapkan prinsip dasar pengasuhan agar kakak dan adik dapat merasakan kasih sayang sama. Memang tidak mudah, namun dengan berusaha pasti akan menjadi kebiasaan bagi Anda.

a. Akui wewenang sang kakak

Salah satu penyebab terjadinya pertengkaran antara kakak dan adik adalah karena sang adik bertindak melampaui wewenang kakak. Berdasarkan sudut pandang sang kakak, adik yang lebih kuat darinya tidaklah baik. Untuk itu berikan pengertian pada adik bahwa kakak selamanya akan menjadi kakak.

b. Pemahaman tentang tumbuh kembang adik

Selain mengakui wewenang sang kakak, pada saat yang sama orang tua juga harus memberikan pengertian pada kakak bahwa adiknya masih memerlukan bantuan ayah dan ibu. Disini kakak akan dituntut untuk mampu memahami kondisi. Tunjukkan dengan cara tepat mengapa adik masih belum bisa mandiri seperti kakak.

c. Berikan pujian

Temukan kelebihan kedua anak dan berikanlah pujian. Pujian dan dukungan yang diungkapkan dengan tepat dapat menjadi wujud ekspresi untuk menghormati karakteristik dan kelebihan masing-masing anak. Perhatikan pula penggunaan kata yang tepat, untuk menghindarkan kecemburuan.

d. Buat permainan interaktif untuk keduanya

Permainan interaktif antara kakak dan adik dapat meningkatan ikatan keduanya. Cobalah dengan permainan sederhana seperti menangkap dan melempar bola, menyatukan kekuatan untuk menjatuhkan ayah. Perasaan empati kakak dan adik akan menjadi lebih erat saat mereka merasakan kegembiaraan bersama.

Itulah sebagian kecil pedoman pengasuhan untuk anak dengan jarak usia berdekatan. Ada banyak pula tips parenting lainnya yang dapat orang tua terapkan. Kunci keberhasilan pengasuhan anak adalah pada kesiapan orang tua dan kejelian orang tua dalam memahami kondisi masing-masing anak. Tidak ada orang tua yang sempurna, namun orang tua selalu akan berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Ketahui Perbedaan Kepribadian Anak Pertama dan Anak Kedua

Kenali Tanda Anak Kecanduan Gadget