in

Ketahui Perbedaan Kepribadian Anak Pertama dan Anak Kedua

Sebuah studi di Universitas Edinburgh, Skotlandia, menemukan fakta bahwa anak pertama cenderung memiliki IQ dan kemampuan berfikir lebih baik dibanding adiknya.

Umumnya, anak pertama dan anak kedua memiliki perbedaan kepribadian. Perbedaan tersebut tentunya karena kedua anak merupakan pribadi yang berbeda. Selain itu urutan kelahiran mereka juga mempengaruhi kepribadian yang terbentuk. Jika saat ini Anda menjadi orangtua dari dua anak atau lebih, atau mungkin sedang menyambut kelahiran anak kedua, Anda perlu mengetahui perbedaan kepribadian anak pertama dan anak kedua.

Perbedaan anak pertama dan kedua menurut studi

Tak ada orang tua manapun yang ingin membedakan pola asuh antara anak pertama dan keduanya. Namun, tanpa disadari seiring kondisi yang berjalan, orang tua menerapkan pola asuh yang berbeda untuk keduanya. Perbedaan pola asuh ini ternyata mempengaruhi kecerdasan dan kepribadian anak.

Dikutip dari Tempo.co, sebuah studi di Universitas Edinburgh, Skotlandia, menemukan fakta bahwa anak pertama cenderung memiliki IQ dan kemampuan berfikir lebih baik dibanding adiknya. Hal ini karena, anak pertama biasanya mendapatkan stimulasi mental dan kecerdasan lebih intensif dibandingkan saudaranya.

Biasanya pola pengasuhan orangtua akan berubah tanpa disadari pada anak kedua. Anak pertama biasanya mendapatkan investasi pola asuh lebih banyak, karena memang ia dilahirkan terlebih dahulu. Anak pertama akan cenderung berpanutan pada orang dewasa, sedangkan anak kedua biasanya mendapat panutan dari kakaknya yang mana usainya tidak terpaut jauh. Bisa jadi pengaruh saudara memberikan konstribusi pada pembentukan karakter anak kedua.

Bahkan pada beberapa kasus dikatakan bahwa anak kedua akan cenderung berperangai tidak baik dibanding kakaknya. Namun, hasil studi tersebut tidaklah mutlak. Kecerdasan, karakter, dan kepribadian anak tergantung penerapan pola asuh orangtua. Anak pertama dan anak kedua bisa sama cerdas dan berperilaku baik. Jika orangtua mampu menerapkan pola asuh yang konsisten pada keduanya, bukahkah urutan kelahiran tidak akan mempengaruhinya?

Karakter umum anak pertama

Ibarat seorang raja, anak pertama adalah raja yang harus turun tahta saat ia dinyatakan mempunyai saudara baru. Karena tanpa orangtua sadari, anak pertama akan merasakan situasi orangtuanya dirampas oleh sang adik. Bahkan ia akan merasakan banyak rasa kecemburuan lainnya. Berikut ini karakter umum anak pertama :

a. Memiliki rasa tanggung jawab besar.

Anak pertama akan cenderung mendapatkan investasi perhatian lebih besar, mulai saat kehamilan hingga menjelang kelahiran adiknya. Hal ini akan membuat anak pertama cenderung lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan, memiliki rasa tanggung jawab lebih, dan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Sikap tersebut ia tunjukkan sebagai usaha mendapatkan kembali kasih sayang orangtua. Pengalaman ini juga akan membuatnya mampu menemukan cara bertahan hidup. 

b. Mudah memendam rasa bersalah.

Walaupun anak pertama cenderung bertanggung jawab, biasanya mereka akan mudah memendam rasa bersalah. Hal ini lakukan untuk menutupi kelemahan yang ia miliki dan menjaga eksistensinya sebagai seorang kakak.

c. Perfeksionis.

Anak pertama akan cenderung lebih perfeksionis, hal ini ia lakukan untuk menjaga ekspektasi dan kepercayaan orangtua. Biasanya ia akan cenderung berusaha keras membuktikan kemampuannya. Tak jarang mereka akan merasa mudah takut gagal karena anak telah memiliki ekspektasi tinggi dan sudah merasa takut lebih dulu sebelum memulai.

d. Fokus mengejar target.

Ekspektasi tinggi yang dimiliki anak pertama akan membuatnya lebih fokus dalam mengejar target. Mereka biasanya mempunyai banyak pengalaman yang berhasil sesuai kemampuannya. Mereka juga akan cenderung lebih fokus mencapai target dan mengalahkan pesaingnya untuk meraih keberhasilan dan pengakuan dari orangtua.

e. Perhatian dan protektif terhadap orang lain.

Sikap perhatian dan protektif yang ia tunjukkan semata-mata karena ia merasa mempunyai tanggung jawab terhadap adiknya. Selain itu, kondisi dengan sendirinya membuat ia menjadi sosok pengatur dan pelindung bagi adiknya.

f. Merasa paling benar.

Anak pertama cenderung merasa paling berkuasa dan memiliki kekuatan sehingga menjadikannya cenderung merasa paling benar. Tentu saja sikap ini akan sering membuat adik merasa sebal karena kakaknya akan terlihat egois dan tidak mau mengalah.

Karakter umum anak kedua

Seberusaha apapun orangtua menerapkan pola pengasuhan yang sama untuk anak pertama dan kedua, pastilah akan ada perbedaan secara kualitas. Terlebih pada awal kelahiran anak kedua, orangtua harus beradaptasi memainkan peran sebagai orangtua dari dua anak. Akan ada banyak sekali trial dan error, namun berkat pengalaman mengasuh anak pertama juga orangtua akan lebih terlatih. Berikut beberapa karakter umum yang biasanya dimiliki anak kedua :

a. Pekerja keras dan ambisius.

Kebanyakan anak kedua secara sadar merasa bahwa ia tidak akan bisa mengalahkan kakaknya yang secara fisik dan kognitif lebih terdepan. Selain itu, karena urutan kelahiran yang lebih dulu, ia akan merasa kakak lebih memiliki otoritas dibandingkan dirinya. Melalui pengalaman ini, anak kedua akan mendapatkan stimulasi motivasi yang tinggi dalam mengerjakan hal apapun. Sehingga menjadikannya cenderung ambisius dan terampil dalam berbagai hal.

b. Lebih ramah.

Secara emosional anak kedua biasanya memiliki hubungan emosional yang lebih rendah dibanding kakaknya. Karena memang kakaknya mendapatkan waktu lebih banyak dibandingkan ia. Hal ini membuatnya akan lebih mudah menjalin hubungan dekat dengan kakak ataupun dengan teman-temannya.

c. Memiliki kasih sayang yang besar.

Anak kedua biasanya akan cenderung memiliki kasih sayang yang besar, ini karena ia terbiasa dengan kondisi orangtua yang juga harus mengurus kakaknya. Tak jarang anak kedua menjadi seorang yang setia pada pasangannya.

d. Sensitif.

Biasanya anak kedua akan mudah sekali sensitif dan terkadang berlebihan dalam bersikap. Ini merupakan pembawaan sikap karena mereka merasa ingin semua perhatian orangtua untuknya.

e. Manja.

Sebelum anak urutan terakhir, biasanya akan kedua menjadi kesayangan orangtuanya. Mereka akan mendapatkan banyak perhatian dan kasih sayang, sehingga tak jarang menjadikannya cenderung terlihat manja.

f. Kreatif dan bebas.

Karena sering kali mereka sendiri dan selalu bersemangat menjalani hidup, akhirnya membuat anak kedua memiliki banyak sekali imajinasi dan juga kebebasan dalam bertindak. Mereka akan lebih menyukai hal-hal yang berbau kebebasan dan fleksibilitas dalam pekerjaannya.

Urutan kelahiran tentu bukanlah sesuatu yang dapat diatur oleh kita sebagai manusia. Kepribadian anak memanglah sangat tergantung pada orangtuanya. Namun, jika orangtua mampu menerapkan pola pengasuhan yang baik dengan konsisten pada anak pertama maupun kedua, pastilah mereka akan mempunyai karakter dan menjadi pribadi yang baik walaupun berbeda sikap. Jadi, masihkah urutan kelahiran menentukan karakter anak? Tergantung dari orangtuanya.

Ketahui Kerepotan Mengurus Balita Sekaligus Bayi

Pahami Pedoman Pengasuhan Anak Berusia Dekat