in

Ketahui Macam Alat Kontrasepsi yang Populer Digunakan

Rencanakan kebahagiaan Hidup berkeluarga Anda, dengan berbagai pilihan alat kontrasepsi. Anda dapat memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kontrasepsi menjadi alternatif pilihan bagi pasangan yang ingin menunda kehamilan. Terdapat beragam macam alat kontrasepsi seperti pil KB, kondom, hingga prosedur sterilisasi seperti tubektomi untuk wanita, atau vasektomi untuk pria. Pemilihan jenis alat KB harus didasarkan pada pengetahuan yang cukup serta sesuai kondisi dan kebutuhan pasangan. Untuk itu Anda perlu mengetahui macam alat kontrasepsi yang populer digunakan berikut.

Pentingnya menggunakan alat kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi banyak sekali manfaatnya bagi pasangan. Tujuan utamanya ialah untuk mencegah terjadinya kehamilan. Seperti Program Keluarga Berencana yang dicanangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), penggunaan alat kontrasepsi bertujuan untuk mengendalikan jumlah kelahiran serta menurunkan angka kematian ibu dan anak akibat kehamilan jarak dekat. Selain itu penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual dapat mencegah infeksi menular seksual (IMS). Namun banyak pula pasangan yang enggan menggunakan alat konstrasepsi yang sebagian besar karena alasan berikut.

  • Ingin hamil dan punya anak
  • Seks terasa lebih nikmat tanpa alat kontrasepsi
  • Alasan kepercayaan
  • Takut efek samping alat kontrasepsi
  • Sudah steril sehingga merasa tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi

Keputusan menggunakan alat kontrasepsi atau tidak tentunya menjadi otoritas penuh setiap pasangan. Bagi pasangan yang sudah mempunyai momongan jika memutuskan tidak menggunakan alat KB hendaknya juga diimbangi kesiapan mental maupun finansial adanya kemungkinan terjadi kehamilan. Namun, mengatur jarak kehamilan dengan alat kontrasepsi penting dilakukan demi kebaikan ibu dan anak.

Apa itu kontrasepsi? 

Dilansir dari laman kumparan.com, kontrasepsi merupakan alat atau metode yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Alat atau metode ini dapat digunakan oleh laki-laki maupun perempuan dan memiliki tanggal kadaluarsa. Penggunaan konstrasepsi bergantung pada jenisnya, ada yang dapat digunakan sendiri dan ada beberapa jenis yang yang digunakan dengan bantuan tenaga kesehatan.

Hasil gambar untuk kontrasepsi kontemporer vs permanen"

Cara kerja kontrasepsi yaitu dengan melumpuhkan kinerja sperma atau mencegah agak tidak terjadi ovulasi, sehingga menghalangi pertemuan sel telur dan sperma. Jenis kontrasepsi dibedakan berdasarkan jangka waktu efektivitasnya, yaitu :

  • Kontrasepsi temporer (sementara).
    KB temporer hanya bersifat sementara dan kemampuan hamil dapat dikembalikan sewaktu-waktu. KB jenis ini dapat digunakan dengan alat ataupun tidak. KB temporer dengan alat bantu seperti pil KB, KB susuk, implan, KB suntik, KB spiral IUD, dan kondom. Sedangkan KB temporer tanpa alat bisa dilakukan dengan cara memperpanjang masa menyusui, mengeluarkan sperma di luar tubuh perempuan, serta menghindari hubungan intim ketika suhu tubuh istri sedang tinggi.
  • Kontrasepsi permanen (selamanya).
    KB permanen dilakukan dengan cara sterilisasi seperti tubektomi, implan tuba, atau vasektomi. KB jenis ini biasanya dipilih oleh pasangan yang memang benar-benar memutuskan untuk tidak menambah momongan lagi. 

Macam-macam alat kontrasepsi yang populer

Terdapat beragam macam alat kontrasepsi yang dapat dijadikan pilihan, berikut ini beberapa alat kontrasepsi yang populer digunakan.

  • Kondom
    Kondom menjadi alat KB andalan bagi sebagian besar pasangan karena memiliki efektifitas mencegah kehamilan hingga 98% asalkan dipasang dengan benar dna tidak bocor. Kondom juga satu-satunya alat kontrasepsi yang mampu mencegah penyebaran infeksi menular seksual (IMS).
  • IUD
    IUD adalah alat kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim guna mencegah terjadinya pembuahan. IUD terdiri dari 2 jenis, yaitu IUD tembaga dan IUD hormonal. IUD tembaga tidak mengandung hormon dan kandungan tembaganya bertindak sebagai spermisida untuk membunuh sperma yang masuk. Sedangkan IUD hormonal mengandung progestin yang berfungsi untuk mencegah sperma membuahi sel telur. KB jenis ini dapat digunakan hingga 3-5 tahun tergantung jenisnya dan memiliki efektivitas mencapai 99,8%.
  • Pil KB
    Pil KB biasanya mengandung dua hormon yaitu esterogen dan progestin yang berfungsi untuk menghambat pelepasan sel telur (ovulasi). Penggunaan pil KB dengan cara diminum secara rutin dan sesuai aturan, efektivitas pil KB dalam mencegah kehamilan mencapai 98%.
  • Suntik KB
    Suntik KB mengandung hormon progesteron atau kombinasi progesteron dan esterogen yang disuntikkan pada lengan bagian atas atau bokong setiap 3 bulan guna melindungi wanita dari kehamilan.
  • KB Implan
    Alat KB ini digunakan dengan cara dimasukkan ke bawah kulit lengan atas. KB ini cukup banyak diminati karena pemasangannya cukup mudah, efektif, dan memberikan perlindungan relatif lama. Rata-rata pengguna implan merasakan efektivitas mencapai 99% dalam mencegah kehamilan selama 3 tahun.
  • Tubektomi
    Tubektomi termasuk dalam KB permanen dan biasanya dipilih oleh mereka yang memutuskan untuk tidak menambah momongan lagi. Tubektomi dilakukan dengan cara memotong tuba falopii atau saluran tuba sehingga sel telur tidak dapat masuk ke dalam rahim dan sperma pun tidak dapat membuahi sel telur. Tuba falopii yang yang sudah dipotong tidak dapat dikembalikan seperti semula.
  • Vasektomi
    Vasektomi merupakan Kb yang dianjurkan digunakan untuk pria dengan tujuan untuk mencegah kehamilan. Vasektomi dilakukan dengan cara operasi pemotongan vas deferens yaitu saluran berbentuk tabung kecil di dalam skrotum yang membawa sperma dari testis menuju penis. Akibatnya, akses sperma menuju mani jadi tertutup sehingga mencegah pembuahan. Vasektomi ini bukanlah proses kebiri, jadi pria akan tetap bisa merasakan ereksi dan tidak mempengaruhi kejantanan.
  • Senggama terputus (coitus interreptus)
    Metode coitus interreptus adalah salah satu kontrasepsi non-hormona yang dilakukan dengan cara mencabut penis sebelum ejakulasi saat berhubungan seksual atau biasa disebut dengan istilah ejakulasi di luar. Metode senggama terputus ini mampu mencegah kehamilan hingga 80%, namun perlu dilakukan secara hati-hati dan memastikan bahwa ejakulasi terjadi di luar vagina.
10 Alat Kontrasepsi Paling Populer di Indonesia

Berdasarkan data yang dihimpun oleh cnnindonesia.com sebanyak 78% pasangan berusia 18-24 tahun memilih alat kontrasepsi kondom. Bagi pasangan berusia 25-44 tahun tidak menjatuhkan pilihan pada kondom karena biasanya rentang usia tersebut pasangan akan berencana memiliki momongan.  Sedangankan bagi mereka yang memiliki usia 44-54 tahun cenderung akan memilih menggunakan kondom kembali.

Kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi

Sebelum Anda memilih jenis alat kontrasepsi ada baiknya untuk mempelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing alat kontrasepsi tersebut. Berikut ulasan kelebihan dan kekurangan berbagai metode kontrasepsi dikutip dari hellosehat.com.

Pil KB kombinasi progestin dan estrogen

Metode kombinasi hormon ini meliputi pil KB dan suntik KB, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.

  • Pil KB : harus diminum setiap hari, tidak mengganggu kenyamanan hubungan seks.
  • Suntik KB : penyuntikan sekali tiap bulannya

Kelebihan :

  • Mengurangi pendarahan saat menstruasi
  • Mengurangi gejala PMS
  • Membuat siklus haid lebih teratur
  • Meningkatkan kepadatan tulang
  • Mengurangi resiko penyakit kanker ovarium dan endometrium, stroke, salphingitis, rematik

Kekurangan :

  • Meningkatkan resiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular
  • Peningkatan berat badan
  • Dapat mengganggu produksi ASI
  • Tidak mengurangi resiko infeksi menular seksual

Pil KB progestin

Metode yang menggunakan progestin antara lain pil, suntik, implan. 

  • Pil : harus diminum pada jam yang sama setiap harinya.
  • Suntik : penyuntikan setiap 3 bulan sekali
  • Implan : efektif jangka panjang, bisa timbul nyeri di tempat pemasangan

Kelebihan :

  • Tidak meninmbulkan efek samping hipertensi dan penyakit kardiovaskular
  • Tidak mengganggu produksi ASI

Kekurangan :

  • Peningkatan berat badan
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Tidak mengurangi resiko infeksi menular seksual

Alat KB IUD

Kelebihan :

  • Mempunyai prinsip “use and forget”. Mudah digunakan dan setelah pemasangan wanita tidak perlu repot untuk sehari-harinya seperti pada penggunaan pil KB
  • Metode jangka panjang
  • Tidak mengganggu kesuburan setelah dilepas
  • Kesuburan dapat kembali dengan cepat

Kekurangan :

  • Posisi IUD dapat bergeser
  • Tidak nyaman bagi wanita atau pria saat berhubungan seks
  • Dapat timbul efek samping seperti kram dan pendarahan lebih banyak saat menstruasi

Kondom

Kelebihan :

  • Dapat mencegah penularan penyakit kelamin
  • Praktis dan mudah digunakan

Kekurangan :

  • Dapat timbul alergi karena bahan pembuat kondom
  • Hanya dapat digunakan sekali
  • Pemakaian harus tepat karena dapat timbul resiko terlepas atau bocor

Kontrasepsi permanen

Yang termasuk dalam kontrasepsi permanen ini seperti tubektomi pada wanita atau vasektomi untuk pria.

Kelebihan :

  • Efektivitas yang sangat tinggi dalam mencegah kehamilan
  • Tidak memerlukan alat bantu atau hormon tambahan

Kekurangan :

  • Biaya relatif mahal 
  • Resiko komplikasi tindakan berupa pendarahan atau infeksi
  • Tidak menurunkan resiko penularan penyakit kelamin

Kontrasepsi alami

Kontrasepsi alami ini dapat berupa sistem KB kalender maupun metode senggama terputus.

Kelebihan :

  • Murah
  • Tidak menggunakan alat atau hormon

Kekurangan :

  • Kurang efektif
  • Kegagalan metode ini pada tahun pertama dapat mencapai 20%

Pemilihan kontrasepsi sebaiknya diputuskan bersama pasangan dengan pertimbangan yang matang. Hal yang perlu dipertimbangkan seperti pasangan ingin memiliki anak atau tidak, jumlah anak yang diinginkan, jarak kelahiran anak yang direncanakan, ibu sedang menyusui atau tidak, kondisi kesehatan pasangan, serta harga dan kepraktisan setiap metode. Tentunya, semua keputusan menjadi otoritas penuh setiap pasangan dan pastikan Anda memiliki pengetahuan cukup untuk jenis kontrasepsi yang Anda pilih.

Ingin Memiliki Keluarga Bahagia? Ibu Wajib Menjaga Kewarasan

Sudahkan Anda Melewati Masa Kritis Pernikahan?