in

Ketahui Kerepotan Mengurus Balita Sekaligus Bayi

Memiliki anak dengan usia berdekatan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Tentu orang tua akan mempelajari banyak hal baru dan akan menjadi pengalaman tak terlupakan.

Tak jarang kita menemui pasangan yang mempunyai balita sekaligus bayi. Apa yang Anda pikirkan saat melihatnya? Sudah pasti terbayang betapa repotnya menjaga dua anak dengan jarak usia berdekatan bukan. Atau saat ini Anda di posisi sebagai orang tua yang baru saja menyambut kehadiran anak kedua? Kerepotan apa yang sudah Anda rasakan? Mungkin juga saat ini Anda sedang galau karena si kakak masih kecil dan sudah dinyatakan positif hamil lagi? Untuk itu, ketahui kerepotan mengurus balita sekaligus bayi berikut ini.

Manfaat Punya Anak Usia Berdekatan

Memiliki anak dengan usia berdekatan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Tentu orang tua akan mempelajari banyak hal baru dan akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Tak jarang kondisi tersebut menjadikan orang tua lebih bijak dalam setiap pengambilan keputusan. Berikut manfaat lain mempunyai anak dengan usia berdekatan.

A. Lebih fokus perencanaan untuk masa depan anak

Biasanya saat anak masih satu, orang tua akan dengan mudah memikirkan kebutuhan anak. Saat menyambut anak kedua, orang tua diharuskan mulai memikirkan kebutuhan pokok, imunisasi, pendidikan, serta perencanaan masa depan anak lainnya secara adil. Mulai saat ini, Anda bisa mulai menabung untuk pendidikan anak sedari dini. Perencanaan yang matang untuk masa depan anak sangat diperlukan.

B. Teman bermain

Banyak orang tua membeli banyak mainan untuk anak pertama mereka sebagai teman bermain. Tak jarang, anak mudah merasa bosan dengan mainan yang ada, atau bisa jadi mainan hanya bertahan sebentar saja. Saat punya adik baru, sang kakak biasanya akan merasa lebih bahagia karena ada teman bermain. Mereka pun dapat saling sharing mainan yang ada. Tak hanya itu, interaksi antara kakak dan adik ini juga menjadikan sang adik cepat belajar dan motoriknya cepat berkembang.

C. Manajemen waktu lebih baik

Memiliki dua anak berarti memiliki dua prioritas yang berbeda. Manajemen waktu yang baik akan memudahkan ibu dalam mengurus anak-anak. Orang tua dapat saling bekerja sama mengasuh anak dan mengatur jadwal sedemikian rupa agar tidak saling tumpang tindih. Misalkan saja, memandikan anak bergantian diselingi bermain air, ketika waktu tidur tiba usahakan menidurkan adik terlebih dahulu, saat adik sudah tidur ibu bisa bermain sebentar dengan kakak dan mengajaknya untuk tidur. Usahakan untuk setiap jadwal yang dibuat tidak meleset agar menjadi rutinitas sehari-hari.

D. Belajar saling menyayangi

Mempunyai adik baru saat kakak masih membutuhkan perhatian ekstra pastilah tidak mudah. Perasaan kaget karena ada anak kecil lain mencuri perhatian orang tuanya menjadi kegalauan tersendiri untuk sang kakak. Namun, seiring waktu dengan pola pengasuhan yang tepat sang kakak akan perlahan menyayangi dan perhatian pada adiknya.

E. Memberikan kebahagiaan tersendiri bagi pasangan

Bisa jadi bagi orang lain mempunyai dua anak dengan usia berdekatan bukanlah suatu keputusann yang tepat. Faktanya, banyak pasangan yang merasa bahagia karena hal ini. Banyak sekali moment-moment membahagiakan yang dirasakan, seperti melihat tingkah lucu keduanya main bersama, melihat anak-anak tertawa bahagia, atau sekedar melihat mereka tidur nyenyak bersama bisa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Selain itu, saat inilah pasangan diuji untuk saling menguatkan agar dapat menjaga dan membesarkan anak bersama.

Kerepotan mengurus balita sekaligus bayi

Akan terlihat lucu saat kita punya dua anak dengan usia berdekatan, mereka akan terlihat sangat mengemaskan dengan polah tingkah polosnya. Apalagi kalau sudah besar, usia yang tidak terpaut jauh akan memudahkan orang tua dalam mengasuh mereka. Namun, itu hanyalah sedikit fakta menyenangkan yang terlihat. Bagaimana dengan kerepotan yang dialami? Dikutip dari beberapa laman curhatan para ibu, berikut kerepotan yang dirasakan saat memiliki balita sekaligus bayi.

A. Repot saat dua-duanya rewel

Repot dan riweuh menjadi poin pertama yang pasti akan dialami setiap orang tua saat punya dua anak kecil sekaligus. Karena pada dasarnya balita dan bayi belum dapat mengungkapnya kemauan mereka secara jelas layaknya orang dewasa, jadi bahasa komunikasi mereka hanyalah dengan tangisan. Apalagi saat orang tua susah memahami maksud sang anak, sudah bisa dipastikan tangisan akan semakin menjadi. Kondisi ini akan semakin merepotkan saat keduanya menangis bebarengan. Repot dan riweuh sudah pasti tidak terhindarkan, untuk itu orang tua terutama ibu dituntut tetap waras.

B. Saling cemburu

Saat punya dua anak kecil sekaligus pastilah orang tua berusaha semaksimal mungkin menghindari rasa saling cemburu antar keduanya. Namun, sibling rivalry antara kakak dan adik pastilah tetap ada. Apalagi saat mereka masih kecil, karena mereka belum sepenuhnya mengerti.

C. Jadwal tidur tumpang tindih

Jadwal tidur si kakak dan adik yang tumpang tindih sangatlah melelahkan untuk ibu. Saat tidurnya gantian, satunya tidur, satunya bangun, kakak tidur, adik bangun mengajak bermain, dan sebaliknya. Capek sudah pasti karena waktu istirahat ibu semakin terbatas. Namun, akan ada kalanya mereka akan tidur barengan. Inilah saat ibu bisa beristirahat dan me time.

D. Pengeluaran lebih besar

Punya bayi tidak hanya sekedar cukup dengan menyusuinya saja. Kebutuhan anak-anak sangatlah banyak, seperti diapers, susu, imunisasi, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Apalagi kalau ada dua anak di rumah, pastilah pengeluaran akan semakin membengkak. Belum lagi jika ibu memutuskan untuk memakai jasa asisten rumah tangga. Namun, seberapa besar pengeluaran, yakinlah bahwa setiap anak membawa rezekinya masing-masing.

E. Emosi naik turun

Emosi ibu menjaga balita sekaligus bayi terkadang tidaklah seindah postingan foto di instagram. Bisa jadi di sosial media tampak gembira dan lucu. Faktanya, ada kalanya ibu juga lemah, panik, tidak sabaran, alhasil emosi akan naik turun.

F. Omongan orang yang tidak mengenakan

Mempunyai dua anak dengan usia berdekatan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Namun banyak juga orang yang menganggap hal ini sebagai musibah. Contohnya saat di tempat umum, orang-orang suka menatap dengan tatap aneh dan merasa kasihan. Belum lagi akan ada orang yang berkomentar pedas tidak mengenakan. Atau juga membanding-bandingkan kondisi kita dengan orang lain.

Tips mengurus balita sekaligus bayi

Ibarat masalah pastilah ada solusi, begitu juga dengan kerepotan mengurus dua anak pastilah ada cara mengatasinya. Dalam hal ini, orang tua terutama ibu dituntut untuk benar-benar siap secara mental. Kesiapan mental orang tua berdampak besar pada keberhasilan mengasuh anak. Berikut tips mengurus balita sekaligus bayi.

A. Bersikap adil

Orang tua harus mampu bersikap adil kepada masing-masing anaknya. Anda harus mampu memberikan kasih sayang yang sama dengan keduanya. Punya lebih dari satu anak bukan berarti hati orang tua terbagi, melainkan hati Anda untuk keduanya. Jangan pernah berat sebelah dengan lebih mencintai salah satu diantara mereka. Adil juga bukan berarti sama. Orang tua dapat memberikan apa yang diinginkan anak sesuai kebutuhan mereka.

B. Prioritaskan yang tepat

Saat anak rewel berbarengan tentu sangat merepotkan, dalam kondisi seperti ini orang tua harus mampu memprioritaskan yang tepat. Misalkan saja, adik menangis ingin menyusu, sedangkan kakak juga menangis ingin dibuatkan makan. Ibu dapat mengatur prioritas keduanya agar terpenuhi. Ibu dapat menyusui adik terlebih dahulu sambil menenangkan kakak dengan memberikannya camilan. Barulah saat adik kenyang, ibu bisa membuatkan makan untuk kakak. Jadi semua keinginan anak terpenuhi.

C. Manfaatkan pengalaman

Pengalaman mengurus anak pertama harus dimanfaatkan sebaik mungkin, walaupun kondisi anak pertama berbeda dengan anak kedua, setidaknya dengan pengalaman yang telah dimiliki ibu dapat menjadikan ibu lebih bijak dan sabar dalam menghadapi kondisi sang adik.

D. Menggunakan jasa asisten

Jika memang kondisi keluarga Anda memungkinkan, cobalah untuk menggunakan jasa asisten. Anda dapat menggunakan jasa asisten untuk mengurus keperluan rumah seperti bersih-bersih, memasak, atau mencuci. Sehingga ibu akan lebih fokus untuk mengurus anak-anak. Adanya bantuan jasa asisten juga dapat mengurangi rasa stres ibu sehingga tetap terjaga kewarasannya.

E. Kerjasama suami istri

Buatlah kesepakatan pembagian tugas mengurus anak, karena mengurus anak bukan hanya tugas ibu, melainkan tanggung jawab bersama suami dan istri. Saat dianugerahi anak lagi, saatnya pasangan saling menguatkan dan bekerja sama mengasuh anak. Dalam hal ini dituntut kesadaran pasangan untuk saling membantu.

Mengurus balita sekaligus bayi memanglah sangat merepotkan, dan terutama akan banyak omongan tidak mengenakan dari orang sekitar. Tapi sesungguhnya orang tua lah sumber kebahagiaan anak, untuk itu agar anak bahagia orang tua harus senantiasa bahagia. Ketika orang tua dianugerahi anak-anak sudah sepatutnya bersukacita dan bersemangat untuk merawat mereka dengan sebaik mungkin. Selain itu, diperlukan hubungan yang kuat antara ayah dan ibu untuk bisa menjaga dan membesarkan anak-anak dengan baik.

Cara Mengatasi Kecemburuan Kakak Pada Adik Barunya

Ketahui Perbedaan Kepribadian Anak Pertama dan Anak Kedua