in

Ketahui Kebutuhan Gizi Bayi (Usia 0-3 tahun)

Nutrisi anak harus diperhatikan dan dipenuhi dengan baik agar tumbuh kembangnya optimal.

Awal masa kehidupan merupakan periode kritis untuk tumbuh kembang anak. Pada seribu hari awal kehidupannya anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu, anak perlu mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang sesuai. Nutrisi anak harus diperhatikan dan dipenuhi dengan baik agar tumbuh kembangnya optimal. Orangtua harus mengetahui kebutuhan gizi bayi sesuai dengan usianya serta mengetahui cara tepat untuk memenuhinya.

Kebutuhan gizi bayi usia 0-6 bulan

Pada usia 6 bulan pertama, disarankan untuk memberikan bayi ASI Eksklusif. ASI menjadi makanan utama bayi usia di bawah 6 bulan karena mampu memenuhi kebutuhan gizi harian bayi di 6 bulan pertamanya. Sebaiknya pemberian ASI eksklusif ini tanpa tambahan makanan atau minuman lainnya. Karena ASI memang sudah dirancang sebagai makanan terbaik untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan.

Berikut angka kecukupan gizi (AKG) harian bayi usia 0-6 bulan :

Kebutuhan zat gizi makro harian :

  • Energi : 550 kkal
  • Protein : 12 gram
  • Lemak : 34 gram
  • Karbohidrat : 58 gram

Kebutuhan zat gizi mikro harian :

a. Vitamin

  • Vitamin A : 375 mikrogram
  • Vitamin D : 5 mikrogram
  • Vitamin E : 4 miligram
  • Vitamin K : 5 mikrogram

b. Mineral

  • Kalsium : 200 mg
  • Fosfor : 100 mg
  • Magnesium : 30 mg
  • Natrium : 120 mg
  • Kalium : 500 mg

Untuk makanan bayi usia 0-6 bulan sebelum masuk usia balita, makanan sekaligus minuman yang paling baik diberikan adalah ASI. ASI telah mengandung nutrisi lengkap yang mampu memenuhi kebutuhan harian bayi. Berikut manfaat pemberian ASI :

  • ASI mudah diserap dan dicerna oleh tubuh bayi dibandingkan makanan atau minuman lainnya.
  • ASI mampu membantu mencegah resiko serangan berbagai penyakit, sekaligus menurunkan tingkat kematian karena penyakit.
  • Pemberian ASI yang optimal dapat mempercepat penyembuhan ketika bayi sakit.
  • Melalui pemberian ASI mampu mempererat ikatan batin antara bayi dan ibu.

Berikut beberapa zat gizi yang terkandung dalam Asi :

  • Karbohidrat. Sebesar 42 persen energi yang terkadung dalam ASI berasal dari kandungan laktosa.
  • Protein. Terdapat dua jenis protein dalam ASI, yaitu whey (60 persen) dan kasein (40 persen).
  • Lemak. ASI mengandung asam lemak esensial berupa asam linoleat dan asam alfa-linoleat.
  • Vitamin. Vitamin larut lemak yang terkandung dalam ASI berupa vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan vitamin larut air berupa vitamin B dan C.
  • Mineral. Mineral yang terdapat dalam ASI antara lain besi, seng, kalsium, tembaga, mangan, fluor, kromium, selenium, dan lainnya.

Kebutuhan gizi bayi usia 7-11 bulan

Saat bayi memasuki usia 6 bulan ke atas perlu adanya pemberian gizi tambahan berupa makanan pendamping ASI (MP-ASI). Hal ini karena ASI sudah tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Akan tetapi pemberian ASI tetap dilakukan hingga bayi berusia 24 bulan. Sebaiknya, MP-ASI yang diberikan mengandung cukup karbohidrat, lemak, vitamin, protein, serat, serta mineral.

Berikut angka kecukupan gizi (AKG) harian bayi usia 7-11 bulan :

Kebutuhan zat gizi makro harian :

  • Energi : 725 kkal
  • Protein : 18 gram
  • Lemak : 36 gram
  • Karbohidrat : 82 gram
  • Serat : 10 gram
  • Air : 800 mL

Kebutuhan zat gizi mikro harian :

a. Vitamin

  • Vitamin A : 400 mikrogram
  • Vitamin D : 5 mikrogram
  • Vitamin E : 5 miligram
  • Vitamin K : 10 mikrogram

b. Mineral

  • Kalsium : 250 mg
  • Fosfor : 250 mg
  • Magnesium : 55 mg
  • Natrium : 200 mg
  • Kalium : 700 mg
  • Besi : 7 mg

Pada usia bayi 7-11 bulan kebutuhan gizinya sudah semakin meningkat, dan ASI hanya mampu memenuhi 60-80 persen dari total kebutuhan energi. Sehingga sangat diperlukan adanya pengenalan dan pemberian MP-ASI. Proses pengenalan dan pemberian MP-ASI dapat dilakukan secara bertahap.

Pemberian MP-ASI dilakukan secara bertahap mulai dari tekstur, kualitas, dan kuantitasnya. Misalkan saja di awal pengenalan bayi diberikan makanan lumat, hingga nantinya makanan padat. MP-ASI dapat terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, lauk-pauk nabati-hewani, hingga makanan pokok sumber kalori. Pemberian MP-ASI dapat disesuaikan dengan jadwal makan harian sebanyak 3 kali sehari.

Yang perlu diperhatikan adalah komposisi MP-ASI sebaiknya terdiri dari berbagai jenis makanan sehat sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi harian bayi. Berikut kriteria MP-ASI yang baik :

  • Padat energi, protein, serta zat gizi mikro seperti zat besi, seng, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat.
  • Tidak mengandung bumbu yang tajam, seperti menggunakan gula, garam, penyedap rasa, pewarna, maupun pengawet.
  • Mudah saat dimakan dan disukai anak.

Sedangkan menurut WHO, syarat MP-ASI yang baik yaitu :

  • Diberikan pada waktu yang tepat, yaitu ketika pemberian ASI saja sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
  • Aman, yakni MP-ASI harus disimpan dan diberikan kepada anak dengan tangan atau perlengkapan makan yang bersih.
  • Kaya akan gizi, yakni MP-ASI mampu mencukupi kebutuhan zat gizi makro dan mikronutrien bayi dan balita.
  • Teksturnya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.

Untuk memenuhi MP-ASI yang kaya akan gizi, ibu dapat mengikuti teori 4 kuadran dalam pembuatan MP-ASI bayi, yaitu :

  • Karbohidrat, contohnya nasi, kentang, mie, roti, dan bihun.
  • Protein, diutamakan sumber hewani, contohnya daging, ayam, ikan, dan telur.
  • Buah atau sayur.
  • Lemak, yang berasal dari minyak, santan, margarin, dan lainnya.

Menurut Kementerian Kesehatan RI melalui Pedoman Gizi Seimbang, MP-ASI untuk anak sebaiknya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral.

Kebutuhan gizi balita usia 1-3 tahun

Untuk anak usia 12 bulan ke atas sebaiknya ASI memang tetap diberikan sampai ia berusia 24 bulan. Hal ini karena ASI mengandung zat gizi penting yang masih dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Dengan catatan, anak diberikan asupan makanan lain untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Berikut angka kecukupan gizi (AKG) harian bayi usia 7-11 bulan :

Kebutuhan zat gizi makro harian :

  • Energi : 1125 kkal
  • Protein : 26 gram
  • Lemak : 44 gram
  • Karbohidrat : 155 gram
  • Serat : 16 gram
  • Air : 1200 mL

Kebutuhan zat gizi mikro harian :

a. Vitamin

  • Vitamin A : 400 mikrogram
  • Vitamin D : 15 mikrogram
  • Vitamin E : 6 miligram
  • Vitamin K : 15 mikrogram

b. Mineral

  • Kalsium : 250 mg
  • Fosfor : 500 mg
  • Magnesium : 60 mg
  • Natrium : 1000 mg
  • Kalium : 3000 mg
  • Besi : 8 mg

Pada usia 1-3 tahun anak sudah dapat diberikan makanan padat yang biasanya menjadi menu keluarga. Dimana makanan dapat terdiri dari sayur, buah-buahan, lauk-pauk, hewani-nabati, hingga makanan pokok sumber kalori lainnya. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak dengan optimal.

Pada usia ini pertumbuhan anak akan sangat pesat dan anak mulai aktif bergerak, sehingga kebutuhan gizi hariannya pun akan meningkat. Untuk porsi makan sebaiknya juga ditingkatkan secara bertahap, namun tetap seimbang dan tidak berlebihan.

Namun sering sekali pada usia ini anak akan mengalami gangguan makan. Tingkahnya yang semakin aktif membuat ia tidak berselera untuk makan. Disinilah orangtua dituntut untuk lebih sabar dan kreatif.

Mengacu pada ulasan di atas, dapat ibu gunakan sebagai panduan dalam menyiapkan makanan untuk anak. Tentunya makanan yang kaya akan gizi dan mampu memenuhi kebutuhan harian anak. Orangtua dituntut untuk lebih selektif dan kreatif saat menyiapkan makanan untuk anak.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Comments

Pentingnya Gizi Seimbang dan Makanan Sehat Untuk Anak

Cara mengetahui wanita sedang dalam masa ovulasi