in

Ingin Memiliki Keluarga Bahagia? Ibu Wajib Menjaga Kewarasan

Banyak pendapat mengatakan bahwa kunci keluarga bahagia terletak pada seorang ibu. Ibu menjadi kunci kebahagian keluarga, kebahagiaan keluarga tercipta dari ibu yang bahagia.

Memiliki keluarga yang bahagia adalah impian setiap orang. Banyak pendapat mengatakan bahwa kunci keluarga bahagia terletak pada seorang ibu. Ibu menjadi kunci kebahagiaan keluarga, kebahagiaan keluarga tercipta dari ibu yang bahagia. Jadi, ibu yang bahagia adalah ibu yang mampu menjaga kewarasannya. Bagaimana jika ibu tidak bahagia? Tentu saja seisi keluarga akan dapat imbasnya. Maka dari itu jika Anda ingin memiliki keluarga bahagia, ibu wajib menjaga kewarasan.

Ibu bahagia kunci keluarga bahagia

Dikatakan bahwa ibu yang bahagia adalah kunci kebahagiaan keluarga. Setujukah Anda? Pasti banyak ibu yang sepakat dengan pernyataan tersebut. Karena setiap kondisi ibu akan selalu berdampak pada aktivitas yang dijalaninya dan tentu berimbas pada seisi keluarga. 

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\laikie feed (7).png

Misalkan saja, ketika ibu bahagia ia akan akan riang gembira, akibatnya ibu dengan senang hati menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya, baik urursan anak, urusan rumah, hingga urusan karir. Saat ibu bahagia, ia juga akan lebih positif menghadapi segala kondisi. Anak rewel dihadapi dengan sabar dan telaten, suami pulang disambut dengan senyuman dan kehangatan.

Bagaimana jika ibu tidak bahagia? Semua ibu pasti pernah dalam posisi ini, tidak bahagia karena banyaknya pekerjaan maupun tuntutan. Dampaknya, ibu dapat berubah menjadi sangat menakutkan dan tidak bersemangat menyelesaikan pekerjaan. Rumah berantakan, tidak ada makanan di meja makan, anak rewel semakin rewel, dan suami pulang disambut wajah cemberutan. Kondisi ini rawan sekali untuk suami mencari kesibukan di luar rumah.

Jadi sudah dapat dipastikan, bahwa ibu bahagia menjadi kunci keluarga yang bahagia. Bagaimana agar ibu senantiasa bahagia? 

Apa itu menjaga kewarasan?

Salah satu cara untuk menjadi ibu bahagia adalah dengan menjaga kewarasan. Kewarasan berasal dari kata waras yang berarti sehat, sedangkan kata kewarasan jika diartikan berarti seseorang sehat secara jasmani dan rohani atau sehat badan dan batin. Jadi, bukan sekedar sehat/waras badan saja tapi hati dan pikiran juga harus sehat.

Hasil gambar untuk stress mother"

Menjaga kewarasan jasmani lebih mudah dibandingkan menjaga kewarasan batin. Kewarasan badan dapat kita lakukan dengan olahraga rutin, menjaga pola makan, menghindari makanan/minuman tidak sehat, dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan menjaga kewarasan batin? 

Rasanya menjaga kewarasan batin lebih susah dibandingkan menjaga kewarasan badan. Misalkan saja, ibu dituntut tetap stabil menghadapi kerewelan anak saat pekerjaan rumah sedang menumpuk atau saat badan sedang capek-capeknya. Dituntut tetap waras saat menghadapi suami pulang dengan keluhannya, sementara ibu juga tengah ada masalah kerjaan. Belum lagi jika masih tinggal bersama mertua, pasti akan ada saja masalah yang harus dihadapi.

Masihkah ibu tetap waras dengan kondisi yang seperti itu? Jawabannya harus tetap waras, pastilah banyak cara yang dapat dilakukan agar kita tetap bisa menjaga kewarasan dan bisa bahagia.

Tips menjaga kewarasan ibu

C:\Users\Administrator\Downloads\laikie feed.png

Berikut ini beberapa cara yang dapat ibu terapkan untuk menjaga kewarasan agar selalu bahagia :

  • Selalu berfikir positif
    Berusaha selalu berfikir positif dalam segala kondisi dapat dimulai dari diri sendiri. Memang tidaklah mudah, namun jika diniatkan pasti akan menjadi terbiasa. Caranya dengan mensugesti diri sendiri bahwa setiap yang terjadi adalah yang terbaik untuk diri kita. Atau dapat juga dengan berusaha dekat bersama orang-orang yang memiliki aura positif dan menghidari teman-teman yang cenderung lebih suka mengeluh atau uring-uringan.
  • Berusaha bersabar
    Jika ada yang bilang sabar itu ada batasnya, sepertinya salah. Sabar tidak memiliki batasan, selama kita berusaha untuk selalu bersabar walaupun tidak semudah berbicara. Saat kita berusaha bersabar akan tersalurkan energi positif.
  • Ikhlas menerima keadaan
    Ketika kita dapat ikhlas menerima keadaan maupun takdir, ikhlas memberi, ikhlas melakukan sesuatu, percayalah pasti hati akan merasa lebih bahagia. Walaupun ikhlas itu berat dan membutuhkan waktu untuk kita terbiasa.
  • Memaafkan diri sendiri dan kesalahan orang lain
    Sering kali kita memiliki ganjalan di hati entah itu karena kesalahan diri sendiri atau orang lain. Bisa juga karena kita merasa tidak memenuhi target pribadi, hingga merasa kecewa pada diri sendiri. Atau juga kita memendam rasa dendam pada orang lain. Cobalah untuk menghapusnya, walaupun memaafkan itu berat dan hanya orang berjiwa besar yang mampu memaafkan. Saat Anda melepaskan semua beban dan memaafkan orang lain maupun diri sendiri, akan terasa melegakan dan hati terasa lebih ringan.
  • Jangan pasang standar tinggi untuk kerapian
    Jika saat ini ibu memiliki anak kecil, pasti akan merasakan rumah yang sering berantakan, atau ibu merasa tidak punya banyak waktu untuk mengurus kerapian rumah. Jika ibu mengharuskan rumah selalu rapi namun kondisi tidak memungkinkan maka hanya akan membuat ibu stres. Ada baiknya ibu menurunkan standar kerapian. Cobalah memaklumi saat mainan anak masih berserakan, anggap saja sebagai sarana belajar anak. Atau ibu dapat mengajak serta si kecil untuk bersama-sama merapikan mainannya.
  • Kurangi waktu memantau media sosial
    Sering kali saat kita berselancar di media sosial akan menemui postingan-postingan yang membuat diri menjadi minder. Misalkan saja, melihat teman yang sukses berkarir atau ada teman yang juga sesama ibu tapi dapat dengan bebas liburan dan berpergian. Hal itu justru akan membuat kita minder, dan lupa mensyukuri apa yang kita dapatkan. Kuncinya adalah bijak dalam bersosial media dan selalu berfikir positif.
  • Luangkan untuk me time
    Me time merupakan saat kita memberikan waktu untuk diri sendiri lepas dari segala aktivitas dan merilekskan pikiran. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk me time, dan biasanya setiap ibu memiliki cara me time tersendiri. Walaupun hanya ada sedikit waktu, luangkanlah untuk me time, karena me time amatlah penting. Misalkan saja, pergi ke salon favorit, makan di luar bersama teman-teman, menonton film, atau sekedar tidur sepuasnya tanpa gangguan.
  • Ajak suami pacaran
    Tidak ada salahnya jika memungkinkan ibu mengajak suami untuk pacaran, bisa sekedar jalan atau makan ke tempat kesukaan. Sedikit waktu berdua dengan suami tanpa diganggu urusan anak atau rumah, akan memberikan sensasi tersendiri dan tentunya akan semakin meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Saat ini pula, ibu dapat berkeluh kesah kepada suami.
  • Family time
    Tidak hanya me time dan pacaran sama suami saja ya, meluangkan waktu untuk family time  juga sangat perlu. Family time akan memberikan banyak ruang untuk ibu lebih dekat lagi dengan anak dan suami. Selain itu, dengan family time dapat meningkatkan kepekaan anak terhadap orang tua, dan pastinya keharmonisan keluarga semakin terasa. Ibu bisa mengajak keluarga untuk berkunjung ke taman hiburan, olahraga pagi bersama, atau makan bersama.

Itulah beberapa tips menjaga kewarasan yang dapat ibu terapkan. Cobalah mempraktekkan satu per satu sesuai kemampuan diri. Percayalah, saat Anda sudah bisa menerapkannya hidup akan terasa lebih bahagia dan peran menjadi seorang ibu akan terasa lebih enjoy.

What do you think?

Cara mengatur jarak kehamilan

Ingin Memiliki Keluarga Bahagia? Ibu Wajib Menjaga Kewarasan