in

Ibu Perlu Tahu, Pentingnya Menjaga Kewarasan Suami

Tahukah Bunda, bahwa kewarasan atau psikologis seorang istri juga bergantung kepada kewarasan suami? Mengapa demikian? Karena sebagian kasus kriminal dengan pelaku utama ibu rata-rata disebabkan karena kurangnya peran suami.

Banyak pendapat mengatakan bahwa menjaga kewarasan istri atau ibu adalah yang terpenting. Memanglah benar, karena kewarasan ibu kunci kebahagian keluarga. Saat ibu waras secara jasmani dan batin, dapat dipastikan urusan anak dan rumah tangga dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Namun, tahukah ibu, bahwa pentingnya menjaga kewarasan suami? Ya, karena tanpa disadari kewarasan istri bergantung pula pada kewarasan suami. Jadi ibu perlu tau, kewarasan suami juga harus dijaga.

Akhir-akhir ini topik tentang kewarasan ibu sedang banyak diperbincangkan. Mengingat maraknya kasus kriminal yang menimpa anak dan keluarga dikarenakan ibu yang kurang “waras”. Contohnya saja, seorang ibu tega menganiaya anaknya, bahkan ada yang tega meracuni anaknya hingga tewas, atau membuang anaknya begitu saja. Untuk hal ini, peran keluarga, lingkungan, terutama suami sangat diperlukan dalam menjaga kewarasan ibu. 

Mengapa kewarasan suami juga harus dijaga?

Tahukah kita bahwa kewarasan atau psikologis seorang istri juga bergantung kepada kewarasan suami? Mengapa demikian? Karena sebagian kasus kriminal dengan pelaku utama ibu rata-rata disebabkan karena kurangnya peran suami. Kondisi tersebut bisa jadi karena psikologis suami terganggu hingga akhirnya mengabaikan tanggung jawabnya.

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\laikie feed (4).png

Lalu bagaimana jika suami tidak waras? Dapat kita lihat adanya kasus kekerasan rumah tangga atau perselingkuhan yang mana karena suami tidak waras. Suami tidak sehat secara batin, hingga akhirnya tanpa sadar melakukan hal-hal di luar batas. Bahkan, hingga lupa akan peran dan tanggung jawabnya sebagai ayah dan suami. 

Jadi dapat dikatakan, bahwa kewarasan istri dan suami saling berkesinambungan. Saat suami sehat badan dan batinnya, ia sadar akan peran dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Bila kewajiban suami berjalan sebagaimana mestinya, maka tidak ada alasan untuk istri tidak sehat pula jasmani dan batinnya. Berarti, untuk dapat menciptakan keluarga yang bahagia diperlukan suami dan istri yang waras. 

Tips untuk menjaga kewarasan suami

Berikut ini beberapa tips yang dapat suami terapkan agar tetap merasa sehat secara jasmani maupun rohani :

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\laikie feed (5).png
  • Pahami tugas dan tanggung jawab
    Salah satu indikator kesiapan laki-laki menjalin ikatan pernikahan adalah kesiapan akan tugas dan tanggung jawabnya kelak menjadi seorang suami atau ayah. Kesiapan mental ini merupakan modal dasar seorang laki-laki. Saat ia paham akan tugas dan tanggung jawabnya, maka ia akan siap menghadapi segala resiko-nya. Suami adalah pemimpin keluarga, maka ia harus dapat menjadi teladan dan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap anggota keluarganya. Terutama, suami harus siap sedia memberikan nafkah lahir dan batin. 
  • Ungkapkan keinginan pada istri
    Jika Anda seorang tipe suami pendiam, ada baiknya Anda mulai membiasakan diri untuk mengungkapkan segala hal yang dirasakan. Terutama saat kondisi mulai tidak kondusif, suami dituntut lebih aktif menyelesaikan masalah. Pastikan, ungkapkan pikiran Anda saat istri dalam kondisi yang baik untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman. Saat suami dan istri bisa saling mengerti kondisi satu sama lain, maka semua masalah akan dapat dihadapi dengan tenang dan sabar.
  • Turunkan standar tuntutan pada istri
    Banyak sekali suami yang mengeluh kondisi istri maupun rumahnya saat ia sudah mempunyai anak. Bisa jadi istri terlihat tidak menarik lagi atau kondisi rumah yang sering berantakan karena mainan anak disana-sini. Cobalah menurunkan standar tuntutan Anda pada istri. Pahami kondisi istri, dan ikhlas menerima kondisi istri. Walaupun terkadang susah, jika Anda berusaha mengerti kondisinya, maka istri akan juga berusaha mengerti kondisi Anda. 
  • Ciptakan waktu berkualitas
    Tidak ada salahnya suami sekali-kali meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Jadi tidak hanya sekedar kerja-pulang-kerja-pulang saja. Anda bisa melakukan hobby Anda, sekedar nongkrong atau ngopi bersama teman, selama masih dalam batas wajar dan positif. 
  • Jangan terbebani dengan aktivitas rumah tangga
    Mungkin bagi sebagian suami akan merasa tidak biasa setelah menikah, karena mereka dituntut melakukan berbagai aktivitas rumah tangga. Saat Anda merasa siap menikah, maka salah satunya Anda siap dengan segala kerepotan rumah tangga. Anggaplah aktivitas rumah tangga adalah tanggung jawab bersama, jadi Anda tidak akan merasa terbebani atau menganggap bahwa urusan rumah tangga adalah tugas istri saja. Cobalah untuk merubah mindset  bahwa setiap urusan rumah tangga yang kita kerjakan adalah ibadah. 

Apa yang harus dilakukan istri?

Sebagaimana disebutkan bahwa kewarasan suami dan istri saling berkesinambungan, maka dari itu istri juga harus berperan dalam menjaga kewarasan suami. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan istri agar suami merasa tetap sehat secara lahir dan batin.

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\laikie feed (6).png
  • Pahami kondisi suami
    Ada kalanya sebagai ibu rumah tangga, istri disibukkan dan dipusingkan dengan masalah kerewelan anak atau urusan rumah. Biasanya, saat sudah begini suami menjadi sasarannya. Kadang istri mengeluh saat suami sedang lelah sepulang kerja atau saat suami pusing dengan banyaknya tanggungan pekerjaan. Cobalah mengerti kondisi suami. Berikan ia sedikit waktu istirahat jika memang lelah, dengarkan segala keluh kesahnya dengan penuh pengertian. Usahakan memberikan suasana yang nyaman untuk suami.
  • Suami juga perlu me time
    Banyak sekali ibu mengeluhkan suaminya yang lebih sering berinteraksi dengan smart phone atau nongkrong bersama temannya daripada dengan anaknya. Untuk sesekali waktu biarkanlah suami melakukannya. Bisa jadi ia sedang merasa penat menghadapi kondisi kerjaan. Jika memang Anda sudah merasa itu terlalu berlebihan, ungkapkan rasa keberatan Anda dengan tepat. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan suami-pun mengerti keinginan Anda. 
  • Ciptakan waktu berkualitas
    Kebanyakan laki-laki memang tidak pandai menciptakan suasana, maka ini menjadi tugas istri. Cobalah menciptakan moment berkualitas disela-sela sibuknya aktivitas suami. Ciptakan suasana kebahagiaan di rumah, hadirkan rasa hangat dan nyaman saat suami berinteraksi dengan anak. Misalkan saja dengan memberikan senyuman tulus saat suami pulang kerja, berusaha memperhatikan kebersihan dan kerapihan rumah, menghidangkan makanan kesukaan suami, atau pastikan anak-anak terkondisikan dengan baik. Rasanya hal itu akan cukup membahagikan bagi suami. 
  • Ungkapkan pikiran dengan tepat
    Terkadang kita sebagai istri suka menggebu-gebu saat ingin mengungkapkan sesuatu pada suami. Entah itu keinginan, kekesalan, atau sekedar curhatan. Istri adalah yang paling mengerti suasana hati suami. Jadi usahakan Anda mengungkapkan segala pikiran Anda di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.
  • Penuhi hasrat seksual suami
    Tidak dapat dipungkiri bahwa laki-laki memiliki hasrat seksual lebih besar dibandingkan wanita. Biasanya setelah wanita melahirkan, ia akan merasa kehilangan hasrat seksual. Tapi tidak dengan laki-laki, dan cobalah mengerti kondisi ini. Bahkan ada yang mengungkapkan “saat hasrat seksual suami terpenuhi, segala urusan akan aman”. Istri dituntut lebih aktif dalam hal ini dalam rangka memenuhi tugas dan kewajiban. Coba telusuri keinginan suami untuk urusan seksualnya. Saat kebutuhan seksual berjalan lancar, maka dijamin urusan rumah tangga dan kewarasan suami bisa terjaga.

Itulah beberapa tips untuk menjaga suami tenang di rumah dan tetap terjaga kewarasannya. Saling bekerja sama dan menghargai menjadi kunci utama terciptanya pasangan yang sehat. Pasangan yang sehat menjadi kunci kebahagiaan keluarga. Jadi, ibu juga harus mengerti bahwa kewarasan suami juga perlu dijaga.

Amankah, Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat?

Ingin Memiliki Keluarga Bahagia? Ibu Wajib Menjaga Kewarasan