in

Dampak Terhadap Anak, Jika Orangtua Sering Main Gadget

Dear Ayah dan Bunda, yuk sediakan waktu berkualitas dengan anak. Jangan melulu asyik main gadget.

Perkembangan zaman membuat orangtua sering kali merasa khawatir pada dampak negatif gadget terhadap anaknya. Banyak cara dilakukan untuk mencegahnya, mulai dari mengatur waktu penggunaan gadget hingga mencari aktivitas pengalihan. Namun, di balik itu semua orang tua kerap lupa bahwa mereka juga perlu menerapkan aturan khusus penggunaan gadget. Tak jarang banyak orangtua yang juga ketergantungan gadget. Tanpa mereka sadari aktivitas mereka bermain gadget juga berdampak pada anak.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak mengeluhkan aktivitas orangtua mereka yang lebih sering berinteraksi dengan gadget dibandingkan dengan anak. Tak jarang orangtua bermain gadget saat menemani anak bermain atau mengobrol sehingga anak merasa komunikasi mereka tidak benar-benar terjalin.

Sebenarnya, orangtua yang berlaku demikian juga menyadari bahwa mereka juga terlalu sering berinteraksi dengan gadget saat di hadapan anak. Bahkan, banyak pula orangtua yang sudah menyadari bahwa terlalu sering bermain gadget akan berdampak pada anak. Tapi, tak jarang juga yang masih susah untuk membatasi diri bermain gadget di hadapan anak.

Dampak negatif gadget pada orangtua

Menurut seorang pakar parenting, Toni Schutta, orangtua dapat menghabiskan waktu hingga 11 jam perhari untuk bermain gadget. Waktu ini bahkan lebih banyak dibandingkan interaksi mereka dengan anak. Disini, orangtua merasa telah mampu membagi fokus kepada anak sambil memantau aktivitas gadget mereka.

Namun, nyatanya orangtua tidak akan pernah benar-benar bisa membagi konsentrasi untuk keduanya. Dampaknya, anak akan menganggap orangtua tidak sedang berada bersama mereka. Berikut ini dampak negatif gadget pada orangtua yang perlu diketahui.

a. Memberi contoh yang buruk.

Orangtua adalah model yang akan dicontoh oleh anak. Terlalu sering berinteraksi dengan gadget akan mempengaruhi interaksi sosial orangtua dengan anak maupun lingkungan sekitar. Tanpa disadari saat asyik bermain gadget membuat orangtua mengabaikan orang lain, bahkan saat sedang dalam percakapan. Tentu saja ini akan menjadi contoh buruk untuk anak. Bisa jadi anak akan memiliki rasa toleransi yang kurang terhadap lingkungan sosialnya.

b. Mudah stres.

Banyak aktivitas di dunia maya yang sebenarnya dapat menimbulkan rasa stres. Seperti terlalu sering berselancar di media sosial, atau keseringan memantau promo barang di lapak online. Ya, bisa menjadi pemicu stres jika dilakukan sambil mengawasi anak. Tentu saja, level stres ini dapat mempengaruhi perilaku dan cara orangtua mengasuh anaknya. Tak jarang orangtua menjadi tidak perhatian dengan kebutuhan anak sehingga anak akan melakukan apa saja untuk merebut perhatian orangtuanya. Jika sudah begini, biasanya orangtua akan mudah sekali marah.

c. Mengurangi interaksi.

Dalam tumbuh kembangnya anak sangat memerlukan interaksi dengan orangtuanya, baik interaksi verbal maupun non-verbal. Sebagai contoh pada anak yang masih bayi sangat memerlukan interaksi face to face dengan ibunya. Semakin intens interaksi yang dilakukan, dapat mencegah anak dari keterlambatan bicara. Namun, jika interaksi ini dibatasi oleh gadget tentu anak berdampak pada anak.

d. Mengurangi quality time.

Bagi orangtua pekerja tentu sangat susah mencari waktu untuk quality time bersama anak dan keluarga. Jangankan untuk yang bekerja, untuk yang bukan working mom, kadang juga susah-susah gampang mencari waktu berkualitas bersama anak. Jika saat moment quality time bersama anak ini orangtua juga tidak dapat melepaskan gadget, tentu sudah pasti mengurangi kualitas kebersamaan dengan anak. Orangtua akan kehilangan moment untuk mengenal anaknya lebih dekat lagi.

e. Mengurangi ikatan emosional dengan anak.

Tak jarang ketergantungan gadget membuat pengawasan orangtua terhadap anaknya berkurang. Dampaknya bisa saja anak mengalami kecelakaan saat bermain karena orangtua tidak sepenuhnya fokus pada anak. Dampak jangka panjangnya, akan mengurangi ikatan emosional antara anak dan orangtua. Karena terlalu sering diabaikan, anak pun akan terbiasa tidak diperhatikan orangtuanya.

Dampak negatif gadget orangtua pada anak

Perhatian orangtua  sangatlah penting untuk perkembagan anak. Kurangnya kualitas perhatian orangtua dikarenakan lebih sering berinteraksi dengan gadget, tentu akan berdampak pada anak. Berikut beberapa dampak negatif gadget orangtua pada anak.

a. Anak merasa diduakan.

Bagaimana tidak, jika sebagain perhatian saat bersama anak digunakan untuk berinteraksi dengan gadget, bukan tidak mungkin anak akan merasa diduakan. Anak akan merasa kalah saing dengan gadget, bahkan merasa kehadirannya tidak berarti bagi orangtua karena kalah dari gadget. Jika sudah begini anak berebut perhatian orangtua dengan gadget.

b. Perkembangan sosial anak terhambat.

Anak-anak yang berebut perhatian orangtuanya dengan gadget tak sedikit yang mengalami kesulitan saat berinteraksi sosial. Anak dengan pola pengasuhan seperti ini, biasanya akan cenderung tidak suka beraktivitas dengan teman-temannya.

C. Anak berperilaku negatif dan pasif.

Kurangnya stimulasi pada anak karena orangtua lebih fokus pada gadget, sangat mempengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Membagi fokus saat bersama anak sama halnya dengan menutup akses anak untuk melakukan kegiatan aktif. Tak jarang anak akan cenderung menjadi tertutup, tidak berkembang secara emosional, dan pasif dalam mengeksplorasi lingkungannya. Dampak jangka panjangnya, antara orangtua dan anak tidak memiliki ikatan batin yang kuat.

d. Emosi anak terganggu.

Saat merasa perhatian orangtuanya terganggu biasanya anak kerap merasa sedih, kesal, marah, bahkan kesepian. Banyak juga anak yang akan melakukan pemberontakan hingga merusak gadget orangtuanya karena merasa tidak diperhatikan. Parahnya, orangtua merasa terlalu sibuk dengan gadgetnya sehingga tidak mengoreksi perasaan anak. Dari interaksi ini anak akan belajar mengendalikan emosi dari orangtuanya, jika anak melihat orangtuanya tidak peduli bisa jadi anak akan mewajarkan tindakan pemberontakan mereka.

Cara mengatasi kecanduan gadget untuk orangtua

Saat orangtua menerapkan aturan bermain gadget bagi anaknya, setidaknya orangtua juga harus berusaha menerapkan aturan tersebut untuknya. Memanglah tidak mudah mengatasi kecanduan gadget pada orangtua. Perlu adanya kesadaran, kemauan keras, komitmen, serta kekonsistenan, demi menghindari dampak negatifnya pada anak dan keluarga. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kecanduan gadget bagi orangtua.

a. Niat yang kuat.

Orangtua harus memiliki niat yang kuat ingin mengurangi interaksi dengan gadget, terlebih saat bersama anak. Buat aturan khusus penggunaan gadget sama halnya untuk anak, bila perlu terapkan juga sanksi bila melanggar. Tentukan waktu bebas gadget bersama anak, jika perlu simpan gadget di tempat yang sulit terjangkau.

b. Fokus pada anak.

Orangtua terutama ibu harus ingat bahwa perhatian orangtua adalah segalanya bagi anak. Cobalah untuk lebih fokus lagi memenuhi kebutuhan perkembangan anak. Terutama saat quality time bersama anak upayakan untuk tidak membagi perhatian dengan gadget.

c. Melakukan kegiatan outdoor.

Terlalu sering berinteraksi dengan gadget membuat kita hanya terpaku dalam rumah. Cobalah sesekali untuk melakukan kegiatan di luar rumah seperti olahraga atau bersepeda, untuk menyegarkan pikiran.

d. Mengerjakan pekerjaan rumah.

Bicara pekerjaan rumah memang tidak akan ada habisnya. Mulai dari menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci baju, setrika, dan masih banyak lagi. Intinya, banyak sekali yang dapat membuat ibu sibuk di rumah selain menghabiskan waktu dengan gadget.

e. Batasi penggunaan media sosial.

Gadget dan media sosial memang tidak selalu mendatangkan dampak negatif, ada pula sisi positif yang bisa kita peroleh. Seperti adanya update infromasi terkini. Bukan berarti tidak boleh menggunakan media sosial sama sekali. Hanya saja kita perlu membatasi pemakaian gadget dan media sosial untuk menghindari dampak negatifnya.

f. Menyibukkan diri.

Jika memang merasa mempunyai waktu luang berlebih, tidak ada salahnya mencoba untuk mencari kesibukan lain. Bisa dengan membaca buku atau membuat kreasi. Siapa tau dengan bertambahnya wawasan dan skill justru malah mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Gadget mendatangkan sejuta kemudahan bagi kita. Hanya dengan sekali akses kita dapat memperoleh ilmu parenting, update berita terkini, update pengetahuan, bahkan hingga belanja keperluan rumah tangga. Selama penggunaan gadget dalam batasnya, tentu akan mendatangkan dampak positif. Yang terpenting, jangan sampai saat kita berusaha menghindarkan anak dari gadget justru aktivitas kita dengan gadget mendatangkan dampak negatif bagi anak.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Comments

Kegiatan Alternatif Pengganti Gadget Untuk Si Kecil

Serba-serbi : Tips Saat Liburan Bersama Bayi