in

Cara mengetahui wanita sedang dalam masa ovulasi

Ovulasi biasanya terjadi di tengah siklus menstruasi. Biasanya wanita mengalami masa subur tiga hari menjelang ovulasi.

Kehamilan merupakan momen yang dinanti oleh setiap wanita. Hamil merupakan masalah waktu. Waktu yang tepat untuk hamil adalah saat wanita dalam masa subur. Saat sel sperma bertemu dengan sel telur wanita kemudian terjadi pembuahan, maka kehamilan dapat terjadi. Namun, bagaimana cara mengetahui wanita sedang dalam masa ovulasi?

Ovulasi biasanya terjadi di tengah siklus menstruasi. Biasanya wanita mengalami masa subur tiga hari menjelang ovulasi. Memang tidaklah mudah mengetahui pasti kapan ovulasi berlangsung. Namun, hal ini dapat Anda identifikasi melalui perubahan tubuh seperti perubahan suhu basal tubuh, adanya lendir pada serviks, dan juga kondisi leher rahim.

Ovulasi sendiri merupakan proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan oleh ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi. Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mengetahui kapan masa ovulasi berlangsung. Mulai dari lima hari sebelum ovulasi hingga hari wanita sedang dalam masa ovulasi, wanita berpotensi dalam kondisi subur.

Umumnya, ovulasi terjadi di tengah siklus menstruasi. Jika ibu memliki siklus menstruasi 28 hari, maka kemungkinan masa ovulasi terjadi pada hari ke-14. Pada wanita yang memiliki siklus menstruasi normal ovulasi dapat tejadi sekitar hari yang sama setiap siklusnya. Namun, bagi yang siklus menstruasinya tidak teratur masa ovulasi akan sulit ditentukan. Untuk itu sangat penting mempelajari cara mengidentifkasi gejala ovulasi, sehingga Anda dapat merencanakan kapan harus berhubungan seks agar terjadi kehamilan.

Bagaimana proses ovulasi berlangsung?

Saat memasuki masa ovulasi akan terdapat sekitar 15-20 sel telur yang matang dalam ovarium Anda. Telur yang paling matang kemudian akan dikeluarkan dan masuk ke dalam tuba falopi. Kemudian, tuba falopi akan membawa sel telur ke rahim.

Sel telur dapat bertahan selama 24 jam setelah dikeluarkan, sedangkan sperma dapat bertahan dalam vagina selama 7 hari. Agar terjadi kehamilan maka sel telur dan sperma harus bertemu pada jangka waktu tersebut. Waktu yang baik untuk berhubungan seks agar terjadi kehamilan ada pada saat ini atau sebelumnya, karena Anda memiliki masa subur sekitar enam hari.

Gejala umum ovulasi

Gejala utama ovulasi yang hampir dialami oleh setiap wanita adalah sebagai berikut :

  • Perubahan suhu basal tubuh.
    Suhu basal tubuh merupakan suhu terendah dalam 24 jam. Pada hari setelah wanita berovulasi, suhu basa tubuh akan naik 0,5 hingga 1,0 derajat Fahrenheit dan akan meningkat sampai periode berikutnya.
  • Perubahan lendir serviks.
    Lendir serviks dapat Anda temui berupa keputihan yang biasa terjadi. Lendir serviks akan muncul selama beberapa hari sebelum masa ovulasi dan setelah ovulasi. Pada masa ovulasi bisa jadi lendir serviks akan meningkat dan mengalami perubahan tekstrur, jumlah, dan warna lendir. Perubahan pada lendir serviks ini dipengaruhi oleh hormon-hormon yang mengontrol siklus menstruasi.

Biasanya pola tekstur pada mulut rahim yang umum terjadi yaitu :
Mendekati masa ovulasi : lendir lebih lengket, lebih banyak, berwarna keruh, seperti keputihan.
Selama masa ovulasi : lendir basah, licin, elastis, dan transparan, seperti putih telur.
Setelah ovulasi : lendir lebih kering dan lebih sedikit dikeluarkan.

  • Perubahan serviks.
    Selama masa ovulasi, serviks biasanya akan lebih lunak, lebih basah, dan lebih terbuka. Kondisi ini menjadi kesempatan untuk sperma masuk ke dalam leher rahim dan membuahi sel telur lebih besar. Cara untuk memeriksa perbedaan serviks atau mulut rahim dapat Anda lakukan dengan menggunakan satu atau dua jari.

Selain gejala pasti di atas, dapat juga muncul gejala-gejala lain yang mungkin saja tidak dialami oleh setiap wanita, seperti :

  • Nyeri payudara
  • Kram ringan atau nyeri perut, dan sakit punggung satu sisi
  • Indra penciuman meningkat
  • Gairah seks meningkat
  • Merasa lebih seksi
  • Keputihan semakin banyak dikeluarkan
  • Perubahan nafsu makan atau suasana hati
  • Aroma tubuh lebih baik

Bagaimana cara menghitung masa subur?

Untuk mengetahui masa subur wanita dapat dilakukan dengan berbagai metode. Dengan mengetahui kapan masa subur berlangsung, pasangan dapat mengatur waktu berhubungan seks, sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan metode kalender. Langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain :

a. Ketahui lama siklus menstruasi.

Mulailah dengan menandai siklus menstruasi Anda tiap bulan dan menghitung berapa lama hal tersebut berlangsung. Lama siklus mentruasi dihitung dari hari 1, yaitu hari pertama menstruasi sampai hari terakhir, yaitu hari sebelum periode menstruasi selanjutnya mulai. Jangan lupa untuk mencatat lama siklus tiap bulan agar dapat diketahui rata-ratanya, setidaknya dalam jangka 8 bulan.

b. Hitung perkiraan masa subur.

Untuk menghitung masa subur, carilah siklus terpanjang dan siklus terpendek dari siklus menstruasi Anda. Lalu ikuti cara berikut :

  • Kurangi 18 hari dari siklus terpendek Anda. Ini adalah hari pertama Anda memasuki masa subur. Misal, siklus terpendek Anda adalah 25 hari, maka hari pertama masa subur Anda adalah hari ke 7 setelah hari pertama menstruasi.
  • Kurangi 11 hari dari siklus terpanjang Anda. Ini adalah hari terakhir masa subur Anda. Misal, siklus terpanjang Anda adalah 29 hari, maka hari terakhir masa subur Anda adalah hari ke 18 setelah hari pertama menstruasi.

Jadi sebaiknya Anda dan pasangan mencoba untuk berhubungan seks di antara waktu tersebut (antara hari ke 7-18 setelah menstruasi). Waktu tersebut merupakan kesempatan terbaik untuk Anda cepat hamil, namun bisa jadi waktu subur akan berbeda-beda tiap individu.

Alternatif lain untuk memudahkan Anda mengetahui masa subur yaitu dengan :

  • Menggunakan kalkulator ovulasi. Anda dapat mengakses kalkulator ovulasi secara online untuk mengetahui hari-hari mana yang cenderung subur menurut metode kalender dan tanggal kemungkinan Anda bisa hamil. Cara ini cukup mudah karena Anda hanya tinggal menginputkan data siklus menstruasi Anda saja, maka perkiraan masa subur akan keluar.
  • Menggunakan alat prediksi ovulasi. Alat prediksi ovulasi (OPK) dapat menjadi pilihan lain untuk mengetahui kapan masa subur berlangsung. Ada dua jenis OPK yang dapat Anda pilih. Tes urin : melalui tes urin dapat diketahui kenaikan hormon luteinizing (LH) yang menunjukkan bahwa ovarium akan segera melepaskan sel telur. Tes air liur : dengan tes air liur dapat diketahui pola air liur Anda yang menunjukkan peningkatan estrogen yang terjadi pada hari-hari sebelum ovulasi.

Tips agar cepat hamil

Mengetahui kapan masa ovulasi berlangsung merupakan cara paling tepat untuk cepat hamil. Namun, bagi Anda yang merasa kesulitan akan hal itu, cobalah untuk melakukan banyak cara agar cepat hamil, seperti :

  • Konsultasi dengan dokter kandungan bersama pasangan. Dengan berkonsultasi Anda dapat mengetahui kondisi tubuh terbaik untuk hamil, dan memungkinkan Anda mendapatkan banyak masukan agar cepat hamil.
  • Menjalankan pola hidup sehat. Melalui pola hidup sehat, berarti Anda telah menyiapkan tubuh dalam kondisi terbaik untuk siap hamil.
  • Cari tahu kapan masa ovulasi. Anda dapat mencoba melakukan perhitungan masa ovulasi dengan metode kalender atau tes lainnya.
  • Melakukan hubungan seksual secara teratur. Setelah mengetahui kapan masa ovulasi berlangsung, cobalah untuk berhubungan seksual secara teratur (dua sampai tiga hari sekali). Terutama saat masa paling subur wanita untuk memperbesar peluang terjadinya kehamilan.
  • Lakukan dengan santai dan tenang. Beberapa pasangan mungkin akan terbebani dengan kewajiban untuk segera hamil. Kondisi ini justru akan membuat pasangan tertekan dan menurunkan kualitas hubungan seksual. Sebaiknya jangan terlalu memikirkan berhubungan seks untuk cepat hamil, lakukan saja dengan santai dan tenang.  

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Ketahui Kebutuhan Gizi Bayi (Usia 0-3 tahun)

Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil