in

Cara Mengatasi Kecemburuan Kakak Pada Adik Barunya

Kehadiran bayi baru di rumah dapat menimbulkan rasa cemburu pada kakak, meski orangtua sudah merasa adil.

Moment mempunyai momongan baru merupakan momen membahagiakan bagi orangtua. Namun, bagaimana dengan perasaan kakak ketika harus menghadapi kenyataan rasa sayang orangtuanya akan terbagi untuk sang adik? Memang terdengar berlebihan, tapi orangtua harus tau bahwa kondisi tersebut tidaklah mudah untuk si sulung. Kehadiran bayi baru di rumah dapat menimbulkan rasa cemburu pada kakak, meski orangtua sudah merasa adil. Bagiamana cara mengatasi kecemburuan kakak pada adik barunya? Berikut cara mengatasi kecemburuan kakak pada adik barunya.

Kenapa kakak merasa cemburu pada adiknya?

Bagi anak balita akan menjadi masa-masa yang sulit saat ia harus menerima kehadiran adik barunya. Ia harus menerima kondisi dimana waktu dan perhatian orangtua harus terbagi dengan adiknya. Belum lagi akan ada banyak moment dimana biasanya hanya ada sang kakak, kini harus disertai dengan adik baru. Kakak akan menunjukkan sikap-sikap yang seolah cemburu akan perubahan keadaan rumah. Walaupun sebenarnya ia tidak memahami perasaan cemburunya. Kakak akan menunjukkan reaksi-reaksi yang menyatakan keinginannya mendapat perhatian orangtua.

Biasanya kakak akan menunjukkan kecemburuannya dengan rewel, menangis, berdebat, menggangu, mendorong, atau berkelahi. Berikut beberapa reaksi yang mungkin dilakukan kakak saat menginginkan perhatian Anda :

  • Tidak mau makan.
  • Menolak berjalan.
  • Susah untuk diajak mandi dan ganti baju.
  • Meminta minum di dot meski sudah tidak menggunakannya.
  • Ingin duduk di tampat duduk adiknya.
  • Mengganggu adiknya saat menyusu.
  • Dan masih banyak lagi.

Untuk itu orangtua harus memahami betul perasaan kakak dan harus menempatkan diri sebijak mungkin menyikapinya. Karena sang kakak belum mampu menempatkan diri sebagai orang lain, yang ia inginkan hanya mendapatkan perhatian orangtua.

Perasaan cemburu si sulung pada adiknya

Orangtua harus berusaha peka dengan apa yang dirasakan sang kakak, karena biasanya ia dinomersatukan dan kini harus menerima kenyataan berbagi segalanya. Ini akan menjadi pelajaran baru untuk orangtua, menyeimbangkan antara perhatian terhadap si kecil tanpa mengabaikan perasaan kakak. Berikut perasaan kakak saat mempunyai adik baru.

  • Merasa khawatir orangtua tidak sayang lagi.
    Hal ini menjadi pertanyaan paling mendasar bagi setiap kakak, walaupun rasa sayang orangtua tentu tidka pernah berkurang untuknya. Terutama saat ibu mudah marah, gampang lelah, dan selalu meminta kakak untuk lebih pengertian dan mengalah. Sang kakak justru akan merasa makin ragu.
  • Merindukan orangtua.
    Perasaan rindu akan lebih sering dirasakan kakak, karena sebagian waktu bersama kini telah terbagi. Jadi jangan heran, jika tiba-tiba saja kakak akan mengucapkan rasa kangennya, padahal ibu tepat berada di sampingnya. Bisa jadi karena kakak merasa rindu akan segala perhatian orangtua mulai dari waktu bermain dan belajar bersama, atau sekedar mendengarkan cerita kakak.
  • Bingung dengan perubahan emosi ibu.
    Kehadiran bayi baru tentu akan menghadirkan kerepotan baru yang biasanya akan membuat emosi ibu menjadi tidak stabil. Saat ini akan menghadirkan kegalauan tersendiri untuk kakak.
  • Ingin punya waktu berdua dengan ibu.
    Keinginan tersebut akan sering dirasakan sang kakak di tengah-tengah kesibukan ibu mengurus adiknya. Kakak biasanya merasa waktu yang ibu punya hanya tersita untuk sang adik. Kakak juga merasa ingin diperhatikan oleh ibu layaknya sang adik.
  • Perlu waktu menyesuaikan diri.
    Bertransformasi menjadi seorang kakak pastilah tidak mudah. Akan banyak kejadian demi kejadian yang membutuhkan kesabaran orangtua, hal ini karena kakak pelru waktu untuk menyesuaikan diri dengan adiknya.
  • Rindu dimanja dan dipuji.
    Jika dulu hanya kakak yang dimanja dan selalu dipuji dengan segala tingkah lucunya, kini posisi tersebut harus bergeser dimana ada adik yang juga diperhatikan orangtua. Keadaan ini terkadang membuat kakak merasa ingin dimanja kembali dan menjadi satu-satunya yang layak dipuji.
  • Bosan melihat kerepotan ibu.
    Punya bayi memanglah sangat repot, ibu harus segera mengganti popok saat adik buang air, harus segera menyusui saat haus, belum lagi jika adik rewel. Dalam situasi ini terkadang membuat kakak merasa bosan melihatnya, karena kerepotan ibu hanya berpusat pada adiknya.

Cara mengenalkan adik selama masa kehamilan

Dikutip dari ibupedia.com, untuk mengenalkan dan mempersiapkan kehadiran adik baru, ibu dapat melakukan hal-hal berikut bersama sang kakak.

  • Beritahu kakak tentang kehamilan Anda.
    Beritahukan tentang kehamilan Anda pada kakak di waktu yang tepat. Menjadikan kakak sebagai orang pertama yang mendengar kabar baik tersebut, akan menjadikannya merasa spesial.
  • Bicarakan tentang kelahiran adik.
    Bicaralah tentang kelahiran adik dengan nada positif dan bahas seputar kondisi yang akan dihadapi kelak. Berikan informasi seputar persalinan yang sesuai dengan usianya, usahakan membuatnya penasaran dan tertarik untuk menyambut kelahiran adiknya.
  • Menghitung mundur waktu kelahiran.
    Mempersiapkan calon kakak dapat dilakukan dengan mengajaknya menghitung mundur waktu kelahiran adik. Bila ia belum cukup dewasa untuk mengerti, cobalah dengan menghubungkan moment kelahiran dengan event penting seperti ulang tahun atau perayaan hari besar lainnya.
  • Jalin kedekatan dengan calon adik.
    Orangtua harus membuat kakak merasa senang dengan kehadiran calon adiknya yaitu dengan mulai menjalin kedekatan sedari dalam kandungan. Ibu bisa memberikan kesempatan pada kakak untuk merasakan bayi bergerak di perut atau mengajaknya berbicara pada calon adik.
  • Libatkan kakak dalam moment kehamilan.
    Ibu dapat menunjukkan pada kakak buku tentang perkembangan bayi selama dalam kandungan. Ajak serta kakak periksa kandungan, dan coba dengarkan detak jantung adik pada sang kakak agar ia juga merasa memiliki. Bisa juga ibu mengajak kakak ikut berbelanja keperluan adik, sembari memberikannya hadiah kecil.

Saat ibu dinyatakan hamil berarti ibu punya waktu beberapa bulan untuk menyiapkan mental kakak. Cara menyiapkan kesiapan kakak sangat bergantung pada usia anak pertama serta ketertarikannya. Beda usia membutuhkan persiapan yang berbeda pula. Disini peran ibu dituntut untuk lebih memahami dan mengenal lebih dalam karakter kakak, agar ibu dapat memberikan pengertian yang sesuai dan tepat.

Cara mengatasi kecemburuan kakak

Drama adik baru tidak hanya akan berhenti sampai tahap persiapan peran kakak saja. Saat adik telah lahir akan semakin banyak drama-drama mengejutkan dari kakak beradik Anda. Untuk itu orangtua harus lebih peka dan siap secara mental menghadapinya. Berikut ulasan cara mengatasi kecemburuan kakak pada adik barunya.

  • Bicara dari hati ke hati.
    Orangtua terutama ibu harus mampu menyisihkan waktu untuk dapat berbicara dari hati ke hati dengan sang kakak. Ungkapkan perasaan sayang dan cinta seperti biasanya, agar ia merasa cinta orangtua untuknya tidak terbagi. Usahakan untuk tidak memperlihatkan wajah lelah ibu di hadapan kakak ya, apalagi sampai berbicara dengan nada keras.
  • Atur waktu we time bersama kakak.
    Tak jarang kakak akan merasakan rindu dengan perhatian ibu. Ada baiknya ibu mengatur waktu sebaik mungkin, supaya ibu dan kakak punya banyak waktu untuk we time. Ibu bisa menemaninya bermain, belajar, mendengarkan ceritanya, atau memanjakannya.
  • Berikan anak peran dalam keluarga.
    Orangtua dapat menegaskan pada kakak tentang konstribusinya pada keluarga. Dengan menyebutkan kontribusi kakak secara spesifik, ia akan merasa tetap menjadi anggota keluarga yang berharga.
  • Tetap harmonis.
    Sering kali kakak merasa dinomerduakan dan menguji kesabaran Anda untuk mengetahui apakah Anda masih menyayanginya. Usahakan untuk tidak emosi dan tetap menjaga keharmonisan hubungan dengan kakak. Berikan kakak rasa aman, namun tetap dalam batasan seperti waktu tidur tepat, tidak boleh memukul, dll.
  • Bangun suasana positif.
    Usahakan untuk menghindari situasi yang menyebabkan kakak merasa membenci adiknya. Pastikan semua obrolan kakak beradik terfokus pada hla positif. Berikan banyak pujian dan nikmati saat-saat bersama mereka.
  • Bangun ikatan kakak beradik.
    Libatkan kakak untuk membantu mengurus adiknya dalam pengawasan Anda. Sehingga ia merasa bangga menjadi seorang kakak. Ciptakan sebanyak mungkin kesempatan untuk membiarkan mereka saling “terikat” satu sama lain. Seperti memberikan kesempatan pada kakak untuk memeluk dan mencium adiknya.

Bagaimana ibu, sudah siap menyambut adik baru dan mengatasi kecemburuan kakak atas adik barunya? Kesiapan anak untuk menjadi seorang kakak sangat tergantung pada kesiapan orangtua menghadapinya. Saat menyambut adik baru, usahakan sebagai orangtua tetap memberikan porsi yang sama untuk kakak beradik.

Ingin Membentuk Karakter Anak? Ketahui Jenis Pola Asuh Anak

Ketahui Kerepotan Mengurus Balita Sekaligus Bayi