in

Apakah Benar Gadget Bikin Anak Terlambat Bicara?

Banyak pendapat menyatakan bahwa penggunaan gadget terlalu dini dan terlalu sering berpotensi menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara. Apakah benar gadget bikin anak terlambat bicara? Simak ulasan berikut.

Gadget, tv, dan media elektronik lainnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita saat ini. Tidak hanya untuk orang dewasa, kini media teknologi digital pun dapat dinikmati oleh anak-anak. Tayangan untuk anak dapat berupa vidoe, games, atau aplikasi interaktif lainnya. Bahkan kemudahan akses media digital saat ini dimanfaatkan banyak orang tua untuk menghibur anaknya. Namun, banyak pendapat menyatakan bahwa penggunaan gadget terlalu dini dan terlalu sering berpotensi menyebabkan anak terlambat bicara. Apakah benar gadget bikin anak terlambat bicara? Simak ulasan berikut.

Apa manfaat gadget untuk anak? 

Banyaknya tanyangan edukatif untuk anak di media digital memberikan peluang besar untuk mendukung masa tumbuh kembang anak. Saat ini, gadget sering digunakan sebagai media belajar untuk anak. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan penggunaan gadget yang tepat pada anak.

Hasil gambar untuk baby and gadget"
  • Mengasah keterampilan.
    Tayangan video dengan beraneka ragam warna dan tampilan memberikan rangsangan bagi anak untuk mengasah keterampilan kognitif, ketangkasan, serta koordinasi mata dan tangan. Konten edukasi pada gadget juga dapat digunakan untuk melatih kemampuan anak dalam memecahkan masalah, melatih ketangkasan, serta mengasah kreativitasnya. Kemampuan anak dalam mengkoordinasikan mata dan tangan juga dapat terlatih dengan mempelajari cara mengoperasikan alat elektronik tersebut.
  • Media belajar interaktif.
    Anak-anak cenderung banyak mempelajari hal baru, bahkan sesuatu yang sulit dijelaskan secara tertulis maupun lisan. Melalui tayangan visual dapat membantu anak mempelajari hal rumit yang sulit dijelaskan oleh buku atau orangtua, dengan melihat contoh, mendengarkan instruksi, serta mempraktekkan secara langsung.
  • Sarana hiburan
    Banyaknya tanyangan khusus anak seperti kartun atau animasi gambar lainnya pada gadget dapat menjadi hiburan tersendiri untuk anak. Terutama saat orang tua tengah sibuk mengerjakan pekerjaan rumah, memberikan gadget dapat menjadi salah satu alternatif.

Gadget memanglah memberikan sejumlah manfaat untuk anak. Namun, yang perlu diingat, manfaat tersebut akan diperoleh secara optimal bila penggunaan gadget didampingi keterlibatan orang tua secara tepat. Tentunya, sangatlah penting untuk orang tua memberikan gadget pada anak secara bijaksana.

Dampak buruk gadget untuk anak

Penggunaan gadget yang tidak tepat tentu dapat memberikan sejumlah dampak buruk bagi anak. Paparan gadget yang terlalu sering memberikan efek berkepanjangan pada otak anak. Seperti apa dampak buruk gadget untuk anak? Berikut ulasannya.

  • Kurangnya interaksi sosial
    Anak-anak sangat membutuhkan interaksi sosial dengan lingkungannya untuk menunjang tumbuh kembangnya kelak. Paparan media digital yang terlalu sering dapat merebut waktu anak yang seharusnya ia gunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Karena saat anak sudah ketergantungan dengan gadget, ia akan cenderung untuk menyendiri dan fokus bermain gadget. Dampak jangka panjangnya, kemampuan anak dalam berkomunikasi dengan orang lain, hingga kemampuan mengendalikan emosinya dapat terganggu.
  • Mengurangi kedekatan anak dan orangtua
    Ikatan dan kedekatan antara anak dan orangtua dapat terjalin saat keduanya sering melakukan aktivitas bersama. Bila anak diberikan gadget secara berlebih, anak akan lebih fokus pada apa yang dilihatnya. Hal ini dapat mempengaruhi kedekatan anak dan orangtua.
  • Anak susah untuk fokus
    Biasanya pada anak yang sudah ketergantungan gadget, ia akan susah untuk fokus dan berkonsentrasi selain pada gadgetnya. Bahkan bisa jadi anak akan susah melakukan kegiatan pentingnya seperti makan atau belajar.
  • Perkembangan motorik dan penglihatan terganggu
    Menatap layar gadget secara berlebih dapat mengakibatkan anak kurang tertarik untuk melakukan aktivitas fisik yang lebih bermanfaat. Karena ia cenderung merasa nyaman untuk berada dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama yaitu menatap layar gadget.
  • Gangguan tidur
    Ketergantungan pada gadget dapat mengarahkan anak pada gaya hidup yang buruk, seperti gangguan tidur. Hal ini karena gadget bagaikan candu yang membuat anak terus merasa ketagihan, sehingga menurunkan kualitas tidurnya.

Bahkan banyak sejumlah pendapat menyatakan bahwa anak yang menghabiskan waktu terlalu banyak menggunakan gadget akan cenderung memiliki keterlambatan dalam berbicara. Apakah benar gadget bikin anak terlambat bicara?

Pengaruh gadget terhadap kemampuan bicara anak

Umumnya saat anak memasuki usia 2 tahun, ia akan mulai berceloteh dan mengungkapkan bermacam-macam kata. Namun, banyak kasus saat usia tersebut anak masih malas bicara dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berbicara. Benarkah salah satunya karena kebiasaan bermain gadget berlebihan?

Dikutip dari hellosehat.com, seorang pakar spesialis jiwa anak dan remaja, dr. Gitayanti Hadisukanto, Sp.KJ(K), mengungkapkan bahwa pemberian gadget di bawah usia lima tahun akan mengurangi rangsangan pada interaksi sosialnya. Menurut pemaparannya, hal ini karena gadget tidak membutuhkan respon anak sehingga anak akan sulit untuk berinteraksi yang berdampak pada proses bicaranya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University College London Inggris menemukan bahwa waktu yang digunakan di depan layar berpengaruh terhadap perkembangan otak. Hasil studi menemukan bahwa setiap jam yang dihabiskan untuk menonton gadget dapat menyebabkan berkurangnya waktu tidur hingga 16 menit. Padahal, waktu tidur sangat bermanfaat bagi otak anak, terutama untuk masa-masa perkembangan otak. 

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa kebanyakan keterlambatan bicara atau speech delay terjadi karena kurangnya stimulasi secara langsung. Harus diketahui pasti faktor penyebab speech delay, bisa karena kurang stimulasi atau gangguan genetik. Karena anak berusia di bawah 2 tahun merupakan periode emas, maka perlu adanya stimulasi yang kuat untuk mengasah perkembangan otak anak.

Jadi gadget bukan satu-satunya faktor penyebab keterlambatan bicara pada anak. Namun, tidak menutup kemungkinan gadget dapat memperparah kondisi tersebut terutama pada keluarga dengan riwayat speech delay. Sederhananya, kalau anak dibiarkan bermain gadget berlebihan bisa jadi ia tidak akan terstimulasi dengan maksimal yang berakibat pada keterlambatan bicara. 

Dampak jangka panjang untuk kehidupan anak, bila anak terlambat bicara dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam mengontrol emosi dan kemampuan akademis anak di sekolah. Hal ini karena ketika anak-anak tidak mampu mengekspresikan rasa frustasi lewat kata, ia akan cenderung menggunakan gerakan tubuh atau suara lantang untuk menarik perhatian. Sehingga anak akan terlihat tidak mampu mengontrol emosi. Dalam hal akademis akan berpengaruh pada kemampuannya memahami teks dan merangkai kata.

Jadi bolehkah anak pegang gadget?

Boleh atau tidaknya akan bermain gadget sebenarnya tergantung pada kebijakan setiap orangtua. Namun tidak dapat dipungkiri pengaruh gadget tidak dapat dihindari dan harus diwaspadai. Solusinya, orangtua dapat menggunakan gadget sebagai media pembelajaran. 

Pada anak usia di bawah 18 bulan, gadget dapat digunakan untuk video chatting. Pengenalan gadget sebagai media digital dapat dilakukan untuk anak usia 18-24 bulan melalui tontonan tayangan edukatif. Pada anak usia 2-5 tahun, orangtua dapat memberikan kesempatan anak bermain gadget maksimal satu jam per hari. Sedangkan untuk anak usia 6 tahun ke atas, orangtua tidak perlu selalu berada di sisi anak ketika menggunakan gadget. Namun, orangtua harus lebih bijak dan mengenalkan media pembelajaran selain gadget.

Jadi pada intinya, jika orangtua memberikan ruang untuk anak bermain gadget, orangtua harus turut serta mendampingi. Jangan membiarkan anak asyik sendiri dengan gadgetnya. Usahakan menonton bersama anak dan menjelaskan apa yang ditonton agar anak paham betul mengenai apa yang ia tonton. Orangtua juga bisa menggunakan gadget layaknya buku sambil bercerita dan berinteraksi dengan anak.

Untuk mencegah dampak buruk gadget, orangtua harus menentukan durasi pemakaian gadget secara konsisten. Pastikan penggunaan gadget tidak mengganggu waktu tidur, waktu bermain, dan beraktivitas fisik, serta kegiatan lainnya. Orangtua juga harus berperan aktif mendampingi anak dan jangan sampai kesempatan bermain gadget menjauhkan jarak antara orangtua dan anak. 

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\laikie feed (12).png

Takut Kebobolan? Ini Cara Mengatur Jarak Kehamilan

Ingin Membentuk Karakter Anak? Ketahui Jenis Pola Asuh Anak