in

Amankah, Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat?

Bunda ingin hamil lagi, setelah melahirkan si kecil? Jangan buru-buru, Bun! Ini jarak kehamilan normal yang aman untuk hamil lagi!

Perencanaan kehamilan dalam keluarga sangat penting dilakukan. Setelah anak pertama lahir, orang tua harus memikirkan jarak kehamilan terbaik untuk anak kedua kelak. Jarak kehamilan sangat penting untuk dipertimbangkan, sebab jarak kehamilan yang terlalu dekat atau terlalu lama akan memberikan dampak bagi ibu maupun si kecil. Lalu apa saja yang akan terjadi jika jarak kehamilan terlalu dekat? Amankah jarak kehamilan terlalu dekat? Berikut ulasannya.

Jarak kehamilan terbaik

Perencanaan jarak kehamilan bertujuan untuk menurunkan resiko saat kehamilan, kelahiran, dan tumbuh kembang anak. World Health Organization (WHO) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan jarak kehamilan paling ideal yaitu 2 atau 3 tahun. Maka dari itu, anjuran jarak antar kelahiran adalah minimal 24 bulan dan maksimal 5 tahun setelah kehamilan terakhir. 

Hal tersebut dimaksudkan supaya ibu dapat memberikan ASI ekslusif pada anak yang terlahir sebelumnya dan menjamin kecukupan gizi serta kasih sayang. Selain itu, dalam kurung waktu tersebut ibu juga dapat mempersiapkan tubuhnya kembali untuk menghadapi kehamilan, tentunya dengan kondisi gizi yang baik serta kesiapan metal yang lebih matang. 

Oleh karena itu, pengaturan jarak kehamilan sangat dianjurkan bagi setiap pasangan. Selain menekan pertumbuhan masyarakat, pengaturan jarak kehamilan juga berpengaruh pada kesehatan perempuan, anak, serta keluarga.

Dalam menentukan jarak kehamilan yang aman, berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan :

Jarak kehamilan yang aman

Jarak kehamilan paling sedikit 18 bulan dinilai cukup aman, jika memenuhi beberapa kondisi, seperti :

  • Kehamilan sebelumnya berjalan normal
  • Baru menjalani satu kali operasi caesar
  • Tidak memiliki faktor resiko tertentu yang dapat menimbulkan komplikasi

Yang perlu menjadi perhatian adalah riwayat operasi caesar seperti jumlah operasi caesar yang pernah dijalan serta teknik operasi memiliki andil dalam menentukan jarak kehamilan yang aman.

Jarak kehamilan tidak aman. 

Beberapa kondisi mengharuskan ibu menunggu selama lebih dari 18 bulan untuk bisa hamil lagi, diantaranya :

  • Memiliki riwayat komplikasi saat hamil sebelumnya
  • Pernah menjalani operasi caesar lebih dari sekali
  • Mempunyai riwayat kesehatan tertentu yang dapat mempengaruhi kehamilan

Resiko jarak kehamilan terlalu dekat

Sering kita jumpai kondisi ibu dengan jarak kehamilan yang terlalu dekat, baik itu karena faktor kesengajaan maupun tidak. Disinilah peran penting perencanaan kehamilan dalam keluarga. Sebab jika jarak kehamilan terlalu dekat akan memberikan resiko bahaya bagi ibu maupun janin. 

Bagi ibu hamil

Kehamilan terlalu dekat dapat meningkatkan resiko pendarahan, keguguran, hingga kematian pasca persalinan. Termasuk pun jika dikehamilan sebelumnya berlangsung secara normal, resiko tersebut tidak dapat dihindarkan. Penelitian menunjukkan bahwa jarak kehamilan kurang dari 12 bulan, dapat meningkatkan resiko kematian pada ibu hamil yang disebabkan karena pendarahan pasca persalinan.  Hal ini dikarenakan pada jarak kehamilan yang terlalu dekat rahim ibu belum siap untuk menampung dan menjadi tempat tumbuh kembang janin yang baru. Sehingga dikhawatirkan akan menghambat peluruhan plasenta atau ari-ari.

Resiko bagi ibu hamil lainnya yakni terkait dengan pemberian ASI Eksklusif untuk anak sebelumnya. Beberapa kondisi medis ibu hamil dengan jarak yang dekat mengharuskan ibu menghentikan pemberian ASI Eksklusif pada anak yang lahir sebelumnya. Padahal, ASI Eksklusif merupakan makanan yang paling baik bagi bayi baru lahir. Namun, saat ini banyak kasus pula dimana ibu hamil tetap dapat memberikan ASI Eksklusif pada sang kakak. Tentunya dengan kondisi kesehatan yang dinyatakan aman dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan di bidangnya. 

Bagi janin

Tidak hanya berdampak bagi ibu, jarak kehamilan terlalu dekat juga memberikan resiko kepada sang janin. Resiko terbesar yang dapat terjadi adalah kematian pada bayi. Kematian pada bayi ini dapat terjadi karena rahim dan fungsi tubuh ibu belum siap untuk menunjang kehidupan baru. Selain itu resiko kelahiran mati dan kecacatan juga dapat terjadi. Hal ini dikarenakan, saat janin baru tumbuh dan berkembang tubuh ibu tidak dapat memberikan pasokan makanan yang cukup.

E:\DATA JIJI\Laikie.id\Family _ Parenting\gambar\laikie feed (2).png

Resiko lain yang dapat terjadi pada janin yaitu berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur. Dilansir dari Journal of The American Medical Association, perempuan yang sudah hamil kembali setelah 6 bulan kelahiran memiliki 40% resiko lebih tinggi melahirkan bayi prematur serta meningkatkan 61% resiko anak lahir dengan berat badan yang rendah. 

Mengapa bisa kesundulan (baru melahirkan sudah hamil lagi)?

Biasanya bagi pasangan yang menikah di atas usia 30-an akan merasa “dikejar usia” sehingga memutuskan untuk segera mendapatkan momongan sesuai keinginan mereka. Karena kehamilan yang sudah memasuki usia 34 tahun lebih beresiko bagi perempuan. Tak jarang juga banyak kehamilan jarak dekat dikarenakan faktor ketidaksengajaan alias kesundulan.

Hasil gambar untuk mengapa bisa kesundulan"

Setelah masa nifas habis, ibu dapat langsung mengalami menstruasi. Hal ini dapat terjadi meskipun dalam periode pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan. Saat sudah mengalami menstruasi, masa subur sudah mulai berjalan normal. Sejak itu pulalah hubungan intim dapat menimbulkan kehamilan. 

Kehamilan terjadi karena memang ibu sudah mengalami masa subur dan terjadi pembuahan. Hal ini disebabkan karena mungkin sang ibu memilih tidak untuk menggunakan KB terlebih dahulu. Ataupun pasangan memutuskan untuk KB secara alami dan pada akhirnya secara tidak sengaja terjadi pembuahan.

Sebenarnya KB alami dapat dilakukan dengan cara menyusui secara terus-menerus selama 6 bulan pasca-bersalin. Proses menyusui akan menekan hormon esterogen sehingga indung telur tidak terpicu untuk mematangkan sel-sel telur dan memulai siklus menstruasi yang baru. Pada beberapa kasus juga terjadi saat masih menyusui secara eksklusif selama 6 bulan, sang ibu tidak mengalami menstruasi. 

Dampak positif dan negatif hamil jarak dekat

Hasil gambar untuk Dampak positif dan negatif hamil jarak dekat"

Dampak positif

Bagi ibu yang terlanjur hamil dengan jarak dekat atau memang sudah merencanakannya, jangan khawatir. Sebab kehamilan jarak dekat juga memberikan sejumlah sisi positif yang menguntungkan. Jika dalam bayangan Anda punya satu bayi saja sudah cukup ribet, bagaimana jika ditambah satu lagi? Tentu hal itu tidaklah mudah. Namun sisi baiknya, ibu sudah terbayang kesibukan yang akan dihadapi sehingga lebih siap secara fisik dan mental. Pengalaman mengasuh bayi pertama juga akan membuat ibu merasa percaya diri dan lebih terampil lagi.

Dari segi finansial pun juga dapat diambil sisi baiknya yakni ibu tidak perlu membeli perlengkapan bayi sebanyak saat bayi pertama lahir. Karena pastinya, perlengkapan sang kakak masih dapat digunakan kembali sehingga anggaran dana dapat dialihkan ke kebutuhan lain. Manfaat lainnya yaitu ibu dapat menikmati waktu bersama bayi-bayi ibu dengan sekali kerepotan sehingga saat bayi sudah cukup besar ibu dapat merencanakan pengembangan karir lagi. 

Tidak hanya itu, untuk masalah perawatan tubuh memang-lah tahun-tahun awal ibu akan mengalami perubahan tubuh yang luar biasa, terutama masalah berat badan. Namun setelahnya ibu dapat leluasa merawat diri tanpa takut tubuh menjadi tidak karuan lagi. Hal ini berlaku jika memang ibu sudah merasa cukup mengenai jumlah keturunan.

Dampak negatif 

Terdapat pula dampak negatif yang harus ibu waspadai dan hadapi dengan kehamilan jarak dekat. Selain faktor kesehatan bagi ibu dan janin, sejumlah resiko juga dapat terjadi pada sang kakak. Pada kehamilan jarak dekat, biasanya sang kakak masih-lah sangat membutuhkan perhatian lebih dari orang tua, dan sejumlah kebutuhan psikologis lainnya. jika orang tua tidak dapat membagi peran secara adil, maka hal ini dapat berdampak pada pembentukan karakter sang kakak hingga dia dewasa. 

Dampak negatif lainnya yaitu bagi pasangan yang belum memiliki kemampuan materiil yang aman sangat berpengaruh pada kehidupan keluarganya kelak. Sebab kebutuhan akan sandang dan pangan akan menjadi berlipat-lipat lebih banyak. Hal ini dapat pula berpengaruh pada psikologis sang ibu. 

Cara mengatur jarak kehamilan

Perencanaan kehamilan sangat perlu dilakukan oleh setiap pasangan, lalu bagaimana cara efektif mengatur jarak kehamilan? Berikut beberapa cara yang dapat Anda terapkan bersama pasangan :

  • KB alami dengan cara menyusui secara terus menerus selama 6 bulan pasca-bersalin (ASI Eksklusif).
  • Metode penanggalan dengan cara mengetahui masa subur istri.
  • Metode barier atau kondom untuk mencegah tertumpahnya sperma ke dalam rahim.
  • Menggunakan alat dan obat seperti penggunaan hormon baik dengan obat maupun suntik KB, implant, serta IUD.

Beberapa cara tersebut dapat Anda terapkan untuk mengatur jarak kehamilan sesuai kesepakatan dengan pasangan. Tentunya Anda harus menggali lebih dalam setiap metode yang akan Anda terapkan.

Hamil lagi dan sibuk jadi ibu, tetap jaga kesehatan

Saat ibu mengetahui sedang hamil lagi sedangkan sang kakak juga masih kecil, hal pertama yang harus dilakukan adalah menata hati dan pikiran sebaik mungkin. Tentukan perencanaan untuk sang kakak dan kelahiran janin. Yang terpenting adalah segera memeriksakan diri untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin serta melakukan tindakan medis jika memang diperlukan.

Merawat sang kakak memang akan menguras waktu dan tenaga, ditambah lagi dengan kehamilan kedua. Ibu harus tetap memperhatikan waktu istirahat dan makan. Sebab saat ini, ibu perlu memberikan makanan tambahan untuk janin kedua dan sang kakak jika memang masih diperbolehkan untuk menyusui. 

Hasil gambar untuk jaga kesehatan ibu hamil"

Ibu dapat membuat makanan praktis kaya nutrisi, seperti salad buah atau tumisan sayuran. Usahakan pula untuk tetap melakukan olahraga ringan dan sesekali jalan-jalan agar pikiran tidak stres. Jangan lupa untuk menentukan prioritas dan istirahat bila ibu merasa lelah. Jaga kondisi ibu selama masa kehamilan dengan mengkonsumsi nutrisi terbaik sesuai kebutuhan ibu dan janin.

Pelajari Teknik Perawatan Wajah yang Benar

Ibu Perlu Tahu, Pentingnya Menjaga Kewarasan Suami