in

20 Cara Mendidik Anak Dengan Benar Dan Bijak

Menjadi orangtua merupakan profesi yang mulia. Tugas sebagai orangtua tidaklah cukup hanya dengan melahirkan dan memberi ia makan.

Setiap orang tua tentu berharap kelak anaknya menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan bertanggung jawab. Akan tetapi, anak tidak akan serta merta terbentuk karakternya tanpa didikkan dari orang tuanya. Orang tua perlu mendidik anak dengan benar dan bijak, karena hanya dengan arahan yang tepat anak akan menjadi seperti apa yang diharapkan.

Pembentukan karakter anak tergantung bagaimana arahan dan pengajaran yang diberikan kepadanya. Orangtua harus sebijak mungkin dalam mengambil keputusan, dan sebisa mungkin menetapkan pola pengasuhan yang tepat untuk anak. Berikut ini 20 cara mendidik anak dengan benar dan bijak.

1. Sebisa mungkin jangan memukul anak menggunakan tangan atau anggota tubuh kita, karena anak akan menjadi tambah melawan, nakal, dan tidak terkontrol.

Jika dulu Anda dididik dengan kekerasan, bukan berarti saat ini Anda bisa menerapkannya pada anak Anda. Banyak cara untuk menyadarkan anak dari kesalahannya tanpa harus dengan kekerasan. Anda dapat mendidik anak dengan benar dan bijak, misalnya dengan memberikan nasehat yang tegas, serta pengertian kepada anak bahwa yang mereka lakukan adalah salah. Usahakan agar anak menyadari kesalahannya dengan berfikir. Memukul dan kekerasan fisik lainnya hanya akan menimbulkan luka pada anak. Bisa jadi anak justru akan tambah melawan dan tidak terkontrol.

2. Jika memang harus memukul, pukullah dengan rotan di bagian telapak kakiknya.

Jika memang harus memukul anak sebagai bentuk pengajaran, usahakan jangan memukul anak pada bagian lutut ke atas. Pukullah dengan rotan di bagian telapak kaki. Hal ini berkaitan dengan refleksologi dan merangsang bagian otak. Namun, sebisa mungkin jangan memukul anak sebagai pilihan hukuman.

3. Berikan anak nama panggilan yang baik.

Biasanya orangtua atau keluarga terdekat mempunyai panggilan khusus untuk anak kita. Usahakan memberinya nama panggilan yang baik. Karena nama panggilan yang kurang baik akan membuat ia malu dan rendah diri saat dewasa nanti.

4. Usahakan berikan pelukan kepada anak setiap hari.

Pelukan merupakan wujud kasih sayang orangtua kepada anaknya. Anak akan merasa lebih dekat dengan orangtuanya setiap kali ia dipeluk. Selain itu, dengan pelukan dapat mendekatkan hubungan Anda dengan anak. Beberapa kajian bahkan menunjukkan bahwa anak yang dipeluk setiap hari akan mempunyai kekuatan IQ yang lebih kuat daripada anak yang jarang dipeluk. Kebiasaan memeluk anak kelak membuat ia tidak canggung memeluk Anda saat sudah menua.

5. Berikan pujian setiap kali anak melakukan kebaikan.

Saat anak melakukan kebaikan sekecil apapun, cobalah untuk mengapresiasinya dengan memberikan ia pujian, pelukan, ciuman, atau hadiah sederhana lainnya. Atau setidaknya berikan ia senyuman tulus, agar ia tau bahwa Anda bangga dengan sikapnya. Pujian akan membuat anak bersemangat untuk terus melakukan kebaikan lainnya.

6. Janganlah mengharapkan anak yang belum dewasa melakukan kebaikan secara terus menerus.

Pastilah sebagai orangtua kita menginginkan anak selalu berbuat kebaikan. Namun, yang perlu Anda ingat, jangan mengharapkan anak yang belum dewasa untuk melakukan kebaikan secara terus-menerus. Anak-anak akan melewati masa observasi lingkungan maupun sikap, sehingga wajar saja kadang ia bersikap sedikit nakal. Sikap yang ia tunjukkan semata-mata karena ia sedang mengobservasi lingkungannya. Kelak akan ada masanya ia tahu mana yang baik dan tidak.

7. Janganlah mengeluh masalah membesarkan atau mendidik anak.

Tugas merawat anak memanglah tidak mudah, ada kalanya kita sebagai orangtua merasa capek menghadapi tingkah aktif anak. Namun, sebisa mungkin tanamkan pada diri untuk tidak mengeluh masalah membesarkan atau mendidik anak. Keluhan yang Anda tunjukkan hanya akan membuat anak berkecil hati dan merasa bahwa dirinya hanyalah beban.

8. Jadilah pendengar yang baik.

Anak-anak tumbuh dengan beragam imajinasinya, sebagai orangtua kita harus mampu jadi pendengar yang baik. Ciptakan suasana yang enak dan komunikasi yang nyaman, sehingga anak dapat dengan bebas menceritakan segala isi pikirannya. Bila anak berbuat salah, jangan terburu-buru menyalahkan dan menghakiminya. Dengarkan penjelasannya terlebih dahulu dan berikan tanggapan yang objektif.

9. Tenangkan anak setiap kali mereka membutuhkannya.

Ada kalanya anak butuh ditenangkan oleh Anda, saat mereka merasa khawatir akan sesuatu, hanya orangtua lah satu-satunya tempat yang bisa membuat ia merasa tenang dan nyaman.

10. Tunjukkan pada anak bagaimana cara Anda menenangkan diri, agar ia menirunya.

Anak adalah peniru yang baik, ia akan meniru apa yang dilihatnya dari orangtua. Saat Anda berada di puncak emosi, usahakan untuk tetap menanamkan kesadaran dan berusaha mengendalikan diri sebaik mungkin. Jangan sampai anak melihat Anda lepas kenali, saat Anda mampu menenangkan diri dengan baik, kelak anak akan belajar dari hal itu.

11. Berikan hadiah untuk moment-moment spesial.

Anak-anak memang sangatlah senang dengan sebuah hadiah. Usahakan memberikan ia hadiah saat moment spesialnya, seperti hari ulang tahun atau saat anak mendapatkan prestasi. Hadiah tidaklah melulu sesuatu yang mahal. Membiasakan anak dengan hadiah kecil dan sederhana akan mampu mengajarkan anak untuk menghargai setiap pemberian.

12. Saat Anda mengajarinya, bisa jadi mereka tidak akan langsung mengerti. Anak-anak butuh diajari lebih dari sekali.

Salah satu kunci sukses mendidik anak adalah mempunyai sabar yang tiada batas. Bisa jadi anak tidak akan langsung mengerti sekali kita mengajarkan sesuatu. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk mengajari anak banyak hal. Jadi, saat sekali ia tidak paham dengan penjelasan Anda, jangan emosi. Cobalah terus-menerus mengajarinya, bila perlu cobalah bermacam-macam metode yang menarik baginya.

13. Luangkan waktu bersama anak untuk aktivitas di luar rumah.

Quality time bersama anak sangatlah penting. Kadang anak juga akan merasa bosan hanya dengan melakukan aktivitas di rumah. Anak juga butuh mengeksplor diri dengan lingkungannya. Cobalah untuk mengatur waktu melakukan aktivitas di luar bersama anak. Peganglah tangannya saat Anda berjalan dengan mereka. Hal ini akan membuat anak merasa kehadiran mereka penting dalam kehidupan orangtuanya.

14. Dengarkan anak saat mereka bercerita mimpi buruknya.

Walaupun terdengar sepele, tapi mendengarkan cerita anak tentang mimpi buruknya juga penting. Anak-anak cenderung banyak berimajinasi, tak heran jika mereka mungkin sering bermimpi sesuatu yang buruk. Jika bukan Anda yang mendengarkan dan mempercayai mimpinya, siapa lagi.

15. Hargailah mainan kesayangan anak sekalipun sudah usang.

Tak jarang anak yang mempunyai mainan kesayangan. Sekalipun mainan tersebut sudah jelek dan usang, ia akan tetap mempertahankannya. Jadi, jangan berpikiran bahwa mainan itu sudah tidak layak lantas Anda membuangnya. Hal itu akan membuat anak merasa kecewa dan tidak dihargai. Cobalah untuk menghargai mainan atau benda kesayangannya, dengan begitu anak juga akan menghargai benda-benda kesayangan Anda.

16. Usahakan tidak membawa beban pekerja ke rumah.

Usahakan untuk tidak membawa beban pekerjaan ke rumah, sebisa mungkin aturlah waktu bersama anak. Sehingga ia tidak akan merasa bahwa pekerjaan Anda lebih penting darinya. Jika memang diharuskan bekerja di rumah, cobalah memberi pengertian kepada anak sebijak mungkin, sehingga ia tidak merasa diduakan dengan pekerjaan.

Selain 16 cara di atas, berikut empat point dasar yang harus Anda pegang dalam mendidik anak dengan benar dan bijak. Berikut ulasannya :

1. Jangan berteriak dan memukul, beri pengertian dan nasihat dengan tegas.

Ketika anak berbuat kesalahan, ajaklah bicara dengan tegas tapi penuh kasih sayang. Koreksi kesalahannya, berikan pengertian mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Buatlah anak menyadari kesalahannya dengan berpikir, jika memang harus memberi hukuman berikan sanksi yang bijak dan mendidik.

2. Ajari anak untuk selalu bersyukur dan mementingkan kebutuhan daripada keinginan.

Anak-anak selalu penasaran dengan hal baru yang ia lihat, sesekali tentu Anda boleh memanjakannya. Terutama untuk barang-barang yang memang memberikan manfaat seperti buku. Tapi Anda harus pandai memilah dan menentukan. Ajarkan anak untuk terbiasa bersyukur dan tidak selalu mendapatkan yang diinginkan. Anak dengan pola seperti ini akan mampu membuat skala prioritas untuk kebutuhannya.

3. Ajarkan bertanggung jawab, meminta maaf, dan berterima kasih.

Kebiasaan baik yang tertanam dari kecil tentu akan terbawa hingga anak dewasa nanti. Jika sejak kecil anak terbiasa bertanggung jawab, maka kemungkinan ketika dewasa nanti ia akan menjadi sosok yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab. Tak lupa ajarkan sikap sederhana seperti meminta maaf dan berterima kasih. Dengan begitu anak akan belajar bertenggang rasa dan sikap saling menghormati dan menghargai.

4. Jadilah panutan untuk anak dengan menjadi versi terbaik Anda.

Keluarga adalah lingkungan paling utama dan orangtua adalah sosok panutan bagi anaknya. Sebaik dan sebanyak apapun Anda dalam menasehati anak, jika Anda tidak memberi bukti nyata, jangan berharap anak akan menerapkannya. Untuk itu, Anda harus menjadi versi terbaik Anda, agar anak menjadi generasi yang lebih baik dari orangtuanya.

Menjadi orangtua merupakan profesi yang mulia. Tugas sebagai orangtua tidaklah cukup hanya dengan melahirkan dan memberi ia makan. Sebagai orangtua hendaklah kita mampu memastikan kelak anak menjadi seseorang yang berguna, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kebaikan bagi sesama. Untuk itu, semua tergantung bagaimana cara terbaik Anda mendidik anak dengan benar. Berbahagialah Anda karena dipercaya menjadi sosok panutan bagi anak-anak.

Serba-serbi : Tips Saat Liburan Bersama Bayi

Apa Saja Nutrisi Yang Dibutuhkan Untuk Tumbuh Kembang Anak?